Bukan Sekadar Gudang Buku, Elita Dorong Perpustakaan Sekolah di Berau Jadi Pusat Kreativitas dan Nalar Kritis Siswa

Bisnis

Perpustakaan di Kabupaten Berau.
Perpustakaan di Kabupaten Berau.

BENUANTA – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Berau dinilai tidak boleh lagi hanya terpaku pada aktivitas belajar mengajar konvensional di dalam ruang kelas.

Keberadaan perpustakaan sekolah kini dipandang sebagai pilar strategis yang memiliki peran krusial dalam melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan yang luas dan mendalam.

Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menegaskan, penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Menurutnya, perpustakaan sekolah perlu bertransformasi menjadi ruang belajar alternatif yang dinamis bagi para siswa.

“Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar alternatif bagi para siswa,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).

Elita menekankan, paradigma lama yang menganggap perpustakaan hanya sebagai tempat penyimpanan buku harus segera ditinggalkan.

Fasilitas tersebut harus mampu berevolusi menjadi pusat aktivitas literasi yang secara aktif mendorong siswa untuk menumbuhkan kegemaran membaca.
Pengelolaa

yang baik akan menjadikan perpustakaan sebagai sarana efektif bagi siswa untuk tidak sekadar menyerap informasi, tetapi juga belajar mengolahnya dengan bijak.

“Perpustakaan yang dikelola dengan baik bisa menjadi sarana efektif bagi siswa untuk menambah wawasan. Tidak hanya membaca, tetapi juga belajar memahami serta mengolah informasi yang mereka dapatkan,” terang Elita.

Ia meyakini, kemampuan mengolah informasi ini adalah fondasi utama bagi pembentukan karakter intelektual siswa di Bumi Batiwakkal.

Upaya membangkitkan budaya membaca di sekolah tentu memerlukan dukungan aspek yang komprehensif, mulai dari penyediaan infrastruktur yang memadai hingga ketersediaan koleksi buku yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa.

Selain fisik bangunan dan isi buku, Elita juga menyoroti pentingnya program pembelajaran yang kreatif agar kegiatan membaca menjadi pengalaman yang menarik dan tidak membosankan.

“Termasuk adanya program pembelajaran yang mampu membuat kegiatan membaca menjadi lebih menarik,” paparnya.

Dengan sentuhan inovasi dalam pengelolaannya, perpustakaan sekolah diharapkan mampu menciptakan atmosfer belajar yang jauh lebih aktif dan menyenangkan bagi seluruh pelajar.

Hal ini menjadi kunci agar siswa merasa betah dan haus akan ilmu pengetahuan baru setiap harinya.

Melalui penguatan budaya literasi yang sistematis, DPRD Berau menaruh harapan besar pada generasi muda daerah agar memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Kemampuan ini dinilai sangat vital sebagai bekal utama bagi para pelajar untuk menghadapi dinamika dan berbagai tantangan global di masa depan yang semakin kompleks.

Prestasi akademik memang penting, namun ketajaman nalar dan kreativitas adalah senjata utama untuk bertahan dan unggul dalam persaingan.

“Dengan generasi kritis dan kreatif, generasi muda dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkas Elita. (Adv)

Bagikan:

Baca Juga