Beri Dukungan Kebijakan WFH, Subroto Ingatkan ASN Tetap Produktif Meski Tanpa Pengawasan Langsung

Bisnis

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.

BENUANTA — Wacana penerapan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan mulai bergulir ke daerah.

Kebijakan ini membawa harapan baru sekaligus tantangan besar bagi sistem birokrasi di Kabupaten Berau. 

Sinyal dukungan terhadap pola kerja adaptif ini pun mulai muncul dari kalangan legislatif.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, melihat WFH sebagai peluang untuk mendorong efisiensi kerja.

Namun, ia mengingatkan agar kebijakan ini tidak disalahartikan sebagai hari libur tambahan bagi ASN. 

Tanggung jawab pekerjaan harus tetap menjadi prioritas utama meski tidak berada di kantor.

“WFH bukan berarti santai di rumah. Justru ini menuntut tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Subroto menilai fleksibilitas WFH ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan.

Kebijakan ini memang berpotensi menghemat anggaran operasional kantor dan tetap menggerakkan ekonomi. 

Namun, WFH juga menjadi ujian nyata bagi kedisiplinan serta integritas setiap aparatur negara.

“Ini semacam ujian. Ketika tidak berada di kantor, apakah ASN tetap bekerja maksimal atau justru lengah,” tambah Subroto.

Persoalan disiplin pegawai di Berau dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas. 

Penerapan WFH seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki etos kerja secara menyeluruh. 

Kinerja ASN diharapkan tidak melonggar hanya karena bekerja dari rumah masing-masing.

Subroto menekankan pentingnya peran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memastikan kebijakan berjalan efektif. 

Sistem pelaporan kinerja yang terukur menjadi kunci agar produktivitas pegawai tetap terjaga stabil. 

Pengawasan berlapis sangat diperlukan guna menjamin marwah ASN sebagai pelayan publik tetap terjaga.

Pemerintah harus memastikan bahwa niat baik ini tidak berdampak pada penurunan kualitas pelayanan. 

Komitmen bekerja secara maksimal tetap harus dijunjung tinggi di mana pun lokasi kerjanya.

“Jangan sampai niat baik ini justru berdampak pada penurunan kinerja. Pengawasan harus diperketat supaya marwah ASN sebagai pelayan masyarakat tetap terjaga di mana pun mereka bekerja,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:

Baca Juga