Ancam Sebar Screenshot VCS, Sepasang Kekasih di Riau Sukses Kuras Harta Pengusaha Rp1,6 Miliar

Fathur

Ancam Sebar Screenshot VCS, Sepasang Kekasih di Riau Sukses Kuras Harta Pengusaha Rp1,6 Miliar

BENUANTA Sepasang kekasih di Riau nekat melakukan pemerasan dengan modus mengancam akan menyebarkan screenshot atau tangkapan layar dari video call sex (VCS). Tak tanggung-tanggung, mereka berhasil menguras harta seorang pengusaha kelapa sawit hingga mencapai Rp1,6 miliar.

Aksi keduanya kini telah dihentikan oleh Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Kedua pelaku, Sisilia Hendriani (24) dan Syamsul Zekri (34), berhasil ditangkap di Pekanbaru.

Berawal dari Tawaran Rp1 Juta

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan, menjelaskan kronologi kasus ini. Peristiwa bermula saat korban berinisial MT mengajak Sisilia, seorang mahasiswi, untuk melakukan VCS dengan iming-iming uang Rp1 juta.

Ajakan itu disetujui. Namun, tanpa sepengetahuan korban, Sisilia diam-diam mengambil tangkapan layar saat keduanya sedang melakukan panggilan video tanpa busana. Berbekal screenshot itulah, Sisilia bersama kekasihnya, Syamsul, mulai melancarkan aksi pemerasan.

“Pelaku Syamsul mengancam akan menyebarkan foto jika korban tidak mengirim uang,” ujar Ade Kuncoro Ridwan, Jumat (10/10/2025).

Kerugian Miliaran Selama Dua Tahun

Korban yang telah berkeluarga merasa takut aibnya terbongkar dan terpaksa menuruti permintaan pelaku. Awalnya ia mentransfer Rp10 juta, namun ancaman tidak berhenti dan pemerasan terus berlanjut.

Aksi ini berlangsung selama dua tahun, dari Agustus 2023 hingga Agustus 2025, dengan total kerugian korban mencapai Rp1,6 miliar. Merasa tak tahan lagi, korban akhirnya melapor ke polisi.

Tim Siber Polda Riau kemudian berhasil melacak dan menangkap kedua pelaku. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan, termasuk dua unit mobil, satu sepeda motor, dan perhiasan emas.

“Pelaku melakukan kejahatannya dengan modus video call seks. Korban mengalami kerugian Rp1,6 miliar,” tutup Ade.

Bagikan:

Baca Juga