BENUANTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menggelar prosesi penyambutan atas kedatangan rombongan tamu Allah dari Kloter Balikpapan yang baru saja tiba di Tanah Air. Sebanyak 359 jemaah haji Tahun 1447 Hijriah ini disambut langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan pada Senin (9/6/2026).
Kehadiran jajaran pejabat Pemprov Kaltim dalam agenda ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur atas kelancaran rangkaian ibadah rukun Islam kelima yang telah diselesaikan para jemaah. Di hadapan ratusan jemaah yang memadati asrama, Seno Aji mewakili pemerintah daerah menyampaikan kebahagiaan mendalam melihat rombongan kembali menginjakkan kaki di Benua Etam dengan selamat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami mengucapkan selamat datang. Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat dan meraih predikat haji mabrur,” ujar Seno Aji mengawali sambutan resminya.
Doa Terpanjat dan Apresiasi Perilaku Jemaah
Agenda penyambutan resmi ini juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pejabat Pemerintah Kota Balikpapan, serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kalimantan Timur.
Berdasarkan laporan resmi dari PPIH Kaltim, Kloter Balikpapan pada awal masa keberangkatan tercatat membawa 360 orang. Namun, takdir menentukan satu jemaah berpulang ke Rahmatullah saat tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci. Alhasil, total jemaah yang kembali dan siap berkumpul bersama keluarga di Tanah Air berjumlah 359 orang.
Di sela-sela penyampaian doa dan harapan, Wagub Seno Aji turut memberikan apresiasi khusus di hadapan para hadirin. Ia menyoroti sebuah pemandangan menarik dari rombongan kloter ini, yakni minimnya barang bawaan ekstra dari Arab Saudi yang ditenteng oleh para jemaah.
Seno Aji menilai, fenomena koper yang tidak kelebihan muatan ini menjadi bukti nyata bahwa jemaah haji kini lebih cerdas dan bijak. Para jemaah dinilai menahan diri dari perilaku konsumtif di luar negeri dan lebih memilih membelanjakan uangnya untuk membeli cendera mata di dalam negeri.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Ketika oleh-oleh dibeli di daerah, maka perputaran ekonomi juga terjadi di daerah dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutup Seno Aji dengan penuh kebanggaan.



