BENUANTA – Mantan personel AOA Kwon Mina akhirnya buka suara terkait putusan hukum kasus kekerasan seksual yang menimpanya 18 tahun silam. Putusan pengadilan tersebut menyisakan perasaan campur aduk antara kelegaan dan kelelahan mental yang mendalam bagi dirinya.
Ia menceritakan akhir dari perjuangan panjang memburu keadilan yang memakan waktu lebih dari empat tahun. Proses hukum ini sangat menguras emosi meski membuahkan pengakuan parsial dari negara.
Pada awalnya ia berharap pengadilan menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku dengan mengakui seluruh tindak pidana. Sayangnya majelis hakim hanya mengabulkan dakwaan pemerkosaan dan menggugurkan tuntutan terkait cedera fisik.
Gugurnya dakwaan tersebut disebabkan oleh terlewatinya batas waktu penuntutan hukum di pengadilan. Hal ini membuat pelaku terhindar dari ancaman sanksi pidana yang jauh lebih berat.
Mina memandang pengakuan utuh dari negara sangat krusial bagi seorang penyintas kekerasan. Namun ia tetap mengapresiasi putusan hakim yang membenarkan adanya tindak kejahatan tersebut.
“Ini menegaskan bahwa orang tersebut telah melakukan kesalahan, dan saya dapat menerima hasilnya sampai batas tertentu,” kata Mina pada Selasa (19/5/26).
Realitas Pahit Penyintas
Selebritas ini menyadari betul bagaimana stigma masyarakat pada masa lalu kerap memaksa korban pelecehan untuk bungkam. Ia pun mendorong para korban lain agar berani bersuara tanpa perlu merasa bersalah.
Proses peradilan yang berlarut membuat sang artis merasa sangat kelelahan secara psikis. Ia bahkan mengaku sering merasa tidak berdaya karena harus berjuang sendirian tanpa sandaran yang kuat.
Saat ini ia memilih untuk menepi sejenak demi memulihkan kesehatan mentalnya di tengah persiapan kasus hukum yang lain. Fokus utamanya sekarang adalah penyembuhan diri agar bisa kembali bangkit.
Baginya hasil akhir persidangan bukan lagi satu-satunya tujuan utama saat ini. Ia merasa bersyukur karena beban beratnya perlahan mulai terangkat.
“Rasanya seperti saya telah menyelesaikan satu tugas, dan saya akan terus mengerjakan tugas-tugas yang tersisa,” ujar Mina.



