BENUANTA — Fenomena cuaca panas ekstrem atau El Nino diprediksi akan mulai melanda wilayah Indonesia setelah Maret ini.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena karakteristik El Nino yang cenderung membawa hawa lebih kering dan panas.
Hal tersebut secara langsung dapat berdampak buruk pada kondisi fisik dan kesehatan masyarakat luas.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem tersebut, jajaran DPRD Kabupaten Berau melayangkan imbauan agar masyarakat lebih waspada.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, memberikan peringatan khusus mengenai pentingnya menjaga daya tahan tubuh.
Paparan suhu panas yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pembatasan aktivitas di luar ruangan secara signifikan.
Dedy mengimbau warga tidak terlalu banyak berkegiatan di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
Hal ini berguna untuk menghindari risiko dehidrasi akibat sengatan matahari yang sangat terik.
“Masyarakat kita bisa menjaga ya, mungkin jangan terlalu ada kegiatan di luar atau nanti jaga kesehatan dia,” ungkap Dedy, Senin (30/3/2026).
Menurut Dedy, paparan panas yang melampaui batas normal akan sangat memengaruhi kebugaran tubuh setiap individu.
Mengurangi mobilitas di ruang terbuka menjadi solusi sederhana namun efektif menghadapi fenomena alam ini.
Ia juga mengajak masyarakat lebih selektif dalam mengatur jadwal harian agar stamina tetap terjaga.
Dedy memprediksi suhu udara ke depan akan terasa jauh lebih menyengat dibandingkan kondisi saat ini.
Hal inilah yang mendasari perlunya persiapan diri sebelum puncak El Nino benar-benar terjadi di daerah.
“Jaga kesehatan, mungkin dengan panasnya nanti betul-betul panasnya melebihi daripada yang ada sekarang,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau perkembangan cuaca secara intensif dari waktu ke waktu.
Langkah ini penting untuk meminimalisasi dampak kesehatan yang lebih luas bagi warga Bumi Batiwakkal.
Sinergi antara imbauan pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan iklim ini.
Kesiapan fisik dan pola hidup sehat harus tetap dijaga secara konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, risiko petaka akibat cuaca ekstrem dapat ditekan secara optimal demi keselamatan bersama. (Adv)




