Debit Mahakam Menyusut Warga Samarinda Diminta Waspada Intrusi Air Laut

Hasyimy

BENUANTA – Memasuki musim kemarau, warga Kota Samarinda diimbau untuk mulai meningkatkan kewaspadaan dan bijak menggunakan air bersih. Menyusutnya volume air baku di Sungai Mahakam memunculkan kembali ancaman serius yang pernah melanda kota ini puluhan tahun silam, yakni fenomena intrusi air laut.

Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli, membenarkan adanya potensi ancaman tersebut. Meski saat ini pasokan air baku masih dalam batas aman, kewaspadaan tinggi mutlak diperlukan, terutama untuk wilayah pelayanan yang berada di bagian hilir atau dekat dengan muara.

Bayang-bayang Tragedi Krisis Air 1998

Ancaman terbesar saat kemarau panjang melanda Samarinda adalah masuknya air laut ke aliran Sungai Mahakam. Jika fenomena ini terjadi, kualitas air baku akan rusak parah dan pengolahan air bersih terancam lumpuh total.

“Kami sangat berharap kondisi krisis seperti tahun 1998 tidak terulang kembali, di mana terjadi intrusi air laut yang parah di Sungai Mahakam. Jika kadar klorida sudah melebihi ambang batas 250 ppm, maka air baku tersebut sama sekali tidak dapat diolah menjadi air bersih,” ungkap Haidir tegas.

Jika kadar klorida melonjak tak terkendali, instalasi pengolahan yang berada di ujung jaringan distribusi dengan debit air kecil akan menjadi pihak pertama yang paling terdampak.

Skenario Distribusi Bergilir dan Kesiapan 18 IPA

Meski ancaman mengintai, Perumda Tirta Kencana memastikan bahwa hingga pertengahan April 2026 ini, operasional masih berjalan normal. Sebanyak 18 Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda belum terdampak signifikan dan terus dioptimalkan agar kualitas air tetap memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Namun, Haidir tak menampik adanya skenario terburuk. Apabila kualitas air baku di Mahakam benar-benar tidak memungkinkan lagi untuk diolah akibat intrusi air laut, pihaknya terpaksa mengambil langkah drastis berupa penurunan debit hingga penerapan sistem distribusi air bergilir kepada pelanggan.

Imbauan Tampung Air dan Kontak Darurat

Sebagai langkah mitigasi, Perumda Tirta Kencana secara khusus meminta masyarakat Samarinda untuk proaktif. Pelanggan disarankan untuk segera memaksimalkan kapasitas penampungan air di rumah masing-masing dan mulai menghentikan pemborosan.

“Hindari penggunaan air secara berlebihan untuk aktivitas yang kurang mendesak, seperti menyiram jalan atau mencuci kendaraan. Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak,” imbaunya.

Untuk mengantisipasi wilayah yang nantinya benar-benar krisis air, Perumda Tirta Kencana telah menyiagakan armada tangki air keliling. Masyarakat yang membutuhkan bantuan distribusi darurat atau informasi lebih lanjut dapat langsung menghubungi Call Center di nomor (0541) 208100 atau layanan WhatsApp di 0811-5535-36.

Bagikan:

Baca Juga