Cegah Kejahatan Siber di Kalangan Pelajar, Pemprov Kaltim Gencar Sosialisasi Literasi Digital

Hasyimy

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menunjukkan komitmen serius dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif dunia maya. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), sosialisasi literasi digital gencar dilakukan ke berbagai sekolah.

Terbaru, upaya pencegahan kejahatan siber (cybercrime) ini menyasar para siswa di Madrasah Aliyah (MA) Darul Ihsan, Samarinda, pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan dikemas dalam bentuk Seminar Edukasi bertajuk “Transformasi Gim Online dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial”.

Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra, menjelaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai keamanan digital sangat krusial bagi pelajar. Pasalnya, ancaman di dunia maya kini semakin beragam, mulai dari peretasan akun, penipuan online, pencurian identitas, serangan malware dan ransomware, hingga phishing.

“Rendahnya literasi digital dapat membuat generasi muda rentan terhadap penyalahgunaan data pribadi, mulai dari pembuatan akun palsu hingga penipuan berbasis digital,” ujar Dafa.

Bekali Siswa dengan Perisai Digital

Cegah Kejahatan Siber di Kalangan Pelajar, Pemprov Kaltim Gencar Sosialisasi Literasi Digital
Cegah Kejahatan Siber di Kalangan Pelajar, Pemprov Kaltim Gencar Sosialisasi Literasi Digital

Dalam kesempatan tersebut, Diskominfo Kaltim memberikan panduan praktis agar siswa dapat melindungi diri. Langkah-langkah preventif yang diajarkan meliputi penggunaan antivirus, pengaktifan autentikasi dua faktor (2FA), penggantian kata sandi secara berkala, serta kewaspadaan tinggi terhadap tautan atau pesan mencurigakan.

Selain aspek teknis keamanan, seminar ini juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial. Para pelajar didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjaga jejak digital positif dan tidak mudah terprovokasi isu intoleransi maupun berita bohong (hoaks).

“Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan digital yang mampu menyebarkan konten positif, menangkal hoaks, dan membangun ekosistem digital yang sehat serta toleran,” tambah Dafa.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltim berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, tetapi juga cerdas, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bagikan:

Baca Juga