BENUANTA – Komisi IV DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja ke PT Kalimantan Ferro Industry atau KFI di Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam kunjungan ini, Komisi IV mengungkapkan sejumlah catatan serius mengenai perusahaan smelter nikel tersebut.
Sekretaris Komisi IV Muhammad Darlis menyebut, pihak perusahaan tidak transparan. Terutama terkait profil perusahaan dan kesiapan menyambut kunjungan resmi. Bahkan, Komisi IV tidak diizinkan masuk ke area industri.
“Kami telah mengirimkan surat sejak tiga hari sebelumnya, namun perusahaan tampaknya tidak melakukan persiapan. Bahkan ketika kami ingin melihat langsung kondisi di dalam area industri, permintaan kami ditolak,” ujarnya.
Darlis juga mengingatkan, PT KFI telah mengalami dua insiden kebakaran yang menimbulkan korban jiwa sejak didirikan pada 2023. Ia berharap Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Kaltim dapat mengambil langkah pembinaan yang tegas.
Selain itu, Anggota Komisi IV Sarkowi menyoroti kondisi akses jalan menuju kawasan industri yang rusak parah.
“Ini tentu mencerminkan aspek tanggung jawab lingkungan dan sosial yang masih belum maksimal,” tegasnya.
Komisi IV akan menjadwalkan kunjungan berikutnya untuk melakukan pendalaman langsung di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perusahaan smelter nikel tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)




