BENUANTA – Kekecewaan mendalam dirasakan Alfeandra Dewangga Santosa usai laga tandang PERSIB pekan ini. Bek kiri Maung Bandung itu tak bisa menyembunyikan perasaannya setelah timnya gagal membawa pulang poin penuh dari markas Persik Kediri.
Hasil imbang 1-1 di Stadion Brawijaya dirasa bukan target yang diinginkan tim. Padahal Pangeran Biru sempat mendominasi dan memimpin jalannya pertandingan.
Dewangga menilai timnya seharusnya layak keluar sebagai pemenang dalam laga tersebut. Namun realitas di lapangan berkata lain dan memaksa mereka berbagi angka, Senin (5/1/26).
Drama Masa Injury Time
Pertandingan sebenarnya berjalan alot hingga pertengahan babak kedua. Kebuntuan baru pecah ketika Saddil Ramdani berhasil membobol gawang tuan rumah pada menit ke-68.
Keunggulan satu gol itu bertahan hingga waktu normal berakhir. Kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna seketika di masa injury time.
Muhammad Firly menjadi mimpi buruk bagi pertahanan tim tamu. Gol balasannya pada menit ke-90+5 membuyarkan harapan tiga poin PERSIB.
Fokus Tatap Laga Klasik
Meski hasil ini terasa pahit, Dewangga enggan larut terlalu lama dalam penyesalan. Ia menegaskan kesiapan tim untuk segera melakukan evaluasi dan bangkit.
Ujian berat sudah menanti di depan mata pada pekan ke-17 nanti. Mereka dijadwalkan menjamu rival abadi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Laga klasik tersebut menjadi momentum tepat untuk menebus poin yang hilang. Dewangga menutup komentarnya dengan janji perbaikan performa tim.
“Jadi ini tidak bagus untuk tim, tapi tim akan segera bangkit,” pungkasnya.



