Uap Vape Sama Berbahayanya dengan Asap Rokok, Kata Ahli

Fathur

860 main vaping update
860 main vaping update

Benuanta.id – Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto menegaskan bahwa uap yang dihasilkan oleh vape atau rokok elektrik sama bahayanya dengan asap rokok konvensional bagi orang di sekitar jika terhirup.

Pernyataan ini disampaikan Agus menanggapi viralnya video di TikTok tentang seorang pengguna vape rutin yang kini menjadi pasien radang paru atau pneumonia.

“Sama berbahayanya. Jadi, uap vape maupun asap rokok konvensional sama-sama berbahaya untuk kesehatan,” kata Agus, Kamis (7/3).

Agus, yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan bahwa bahaya vape berasal dari kandungan nikotin, zat karsinogen (pemicu kanker), dan partikel halus (particulate matter/PM) dalam uapnya.

“Orang-orang di sekitar pengguna vape juga menghirup bahan berbahaya di vape itu,” kata Agus, mengutip riset luar negeri dan pernyataan WHO.

Agus mengaku menemukan berbagai kasus penyakit pernapasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta risiko infeksi paru seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan radang paru atau pneumonia yang diakibatkan oleh vape setidaknya setahun sekali.

Meskipun belum ada laporan resmi jumlah penyakit kronis akibat vape di Indonesia, Agus yakin bahwa dari sekitar 1.500 Dokter Spesialis Paru di Indonesia, setidaknya seribu di antaranya pernah menemukan kasus serupa.

Salah satu faktornya adalah waktu yang diperlukan untuk mendeteksi penyakit kronis. Pada rokok konvensional, penyakit baru dapat dideteksi setelah 20 tahun pemakaian. Sedangkan, vape baru marak digunakan dalam sepuluh tahun terakhir.

“Suatu saat, mungkin sekitar 20 tahun lagi, jangan-jangan ada ledakan penyakit kronik karena vape,” kata Agus.

Oleh karena itu, Agus mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi rokok dalam bentuk apapun, baik vape maupun rokok konvensional, karena semuanya memiliki risiko dan bahaya yang sama bagi kesehatan.

“Termasuk juga shisha, sama juga bahayanya untuk kesehatan jangka pendek atau panjang. Hindari penggunaannya, karena akan menyebabkan penyakit suatu saat nanti,” kata Agus Dwi Susanto.

Bagikan:

Baca Juga