BENUANTA – Mantan personel grup idola 4Minute Heo Gayoon kini menjalani babak baru dalam kehidupannya yang jauh dari sorotan kamera. Ia memutuskan untuk meninggalkan Korea Selatan dan menetap di Bali demi mencari ketenangan jiwa.
Kisah personal ini ia bagikan melalui sebuah video di saluran YouTube Sebasi Talk yang dirilis pada Rabu (14/1/26). Dalam kesempatan tersebut Gayoon menumpahkan perasaannya mengenai transisi besar dari seorang selebritas menjadi penulis esai.
Keputusan pindah ke Pulau Dewata ternyata memberikan dampak penyembuhan yang signifikan bagi kesehatan mentalnya. Ia mengaku belajar bagaimana menjalani hidup dengan lebih bebas dan mandiri di lingkungan barunya.
Gayoon menceritakan betapa berbedanya gaya hidup yang ia jalani sekarang dibandingkan saat masih berada di Korea. Dahulu ia bahkan merasa takut untuk sekadar pergi ke kafe sendirian karena khawatir akan pandangan orang lain.
Namun di Bali ia menemukan keberanian untuk melakukan hal-hal sederhana yang sebelumnya terasa sulit. Ia kini bisa menikmati makanan apa pun yang diinginkan tanpa beban pikiran.
Momen paling berkesan baginya adalah ketika ia bisa keluar rumah tanpa riasan wajah sama sekali. Rasa bahagia itu muncul dari hal sesederhana mengenakan pakaian olahraga dan tampil apa adanya di depan publik.
Pengalaman ini diakuinya sangat membantu dalam mengatasi masalah binge eating yang sempat dideritanya. Ia merasakan kedamaian yang belum pernah didapatkan sebelumnya.
“Pertama kali saya pergi makan dengan wajah polos mengenakan pakaian olahraga, saya merasa sangat bahagia,” ungkap Gayoon.
Hidup Tanpa Penyesalan
Latar belakang keputusan besar ini tidak lepas dari tragedi kehilangan sang kakak yang meninggal mendadak. Peristiwa memilukan itu menyadarkan Gayoon bahwa hidup bisa terasa sangat kosong jika terus menunda kebahagiaan.
Meskipun hidup di Bali memberikannya ketenangan ia tidak memungkiri adanya tantangan finansial. Penghasilannya kini tentu tidak sebanyak dulu dan masa depannya tidak selalu terjamin.
Rasa cemas sesekali masih menghampiri namun ia memilih untuk tidak membiarkan ketidakpastian itu menguasai dirinya. Ia lebih memilih untuk melindungi kehidupan sehari-harinya saat ini daripada mengejar ambisi yang tidak pasti.
Gayoon menutup kisahnya dengan sebuah pesan reflektif bagi para penggemar dan penonton. Ia mengajak semua orang untuk berani menjalani hidup tanpa menunda-nunda kebahagiaan.
“Saya berharap kita semua bisa hidup tanpa penyesalan tidak peduli apa yang terjadi besok,” tutur Heo Gayoon.



