BENUANTA – Agensi ADOR kini berada dalam posisi yang sangat rentan setelah seluruh tim hukum mereka memutuskan untuk mengundurkan diri secara massal. Langkah mengejutkan ini terjadi di tengah perselisihan besar yang melibatkan manajemen agensi tersebut, Rabu (29/04/26).
Kekosongan posisi penasihat hukum ini menciptakan ketidakpastian baru bagi masa depan perusahaan yang menaungi grup NewJeans. Para ahli hukum yang selama ini menjadi garda terdepan agensi memilih untuk meninggalkan jabatan mereka secara bersamaan.
Dampak Kekosongan Benteng Hukum
Mundurnya seluruh tim hukum ini diprediksi akan menghambat berbagai proses administrasi dan pembelaan yang tengah berjalan. Tanpa adanya penasihat hukum yang mendampingi, ADOR kini harus menghadapi tekanan konflik internal maupun eksternal tanpa perlindungan profesional.
Situasi ini menjadi sinyal bahwa ketegangan di dalam manajemen telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan bisnis. Banyak pihak menilai bahwa hilangnya dukungan hukum secara total ini bisa menjadi pukulan telak bagi operasional agensi ke depannya.
Perwakilan manajemen menyampaikan bahwa keputusan pengunduran diri ini merupakan hasil dari perkembangan situasi terakhir yang sangat berisiko tinggi. Pihak perusahaan kini tengah berusaha mencari solusi cepat untuk mengisi posisi-posisi krusial yang ditinggalkan tersebut.
“Keputusan mundur massal ini terjadi di tengah tekanan perselisihan yang sangat intens,” ujar sumber internal manajemen.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi tim hukum yang telah lama mengabdi tersebut. Pihak ADOR menegaskan bahwa mereka tetap akan berusaha melindungi kepentingan artis dan staf di tengah krisis yang sedang melanda.
“Kami sedang memetakan langkah selanjutnya untuk mengatasi dampak dari mundurnya tim hukum ini,” kata dia.



