Tentang Museum Flora dan Fauna Tarakan Sebelum Nonaktif

Fathur

78011657 museum flora
78011657 museum flora

Museum Flora dan Fauna Tarakan sebenarnya merupakan museum yang layak dikunjungi jika berkunjung di Tarakan beberapa tahun lalu. Museum ini memamerkan beragam koleksi tanaman dan hewan endemik Pulau Tarakan dan banyak daerah lainnya di Kalimantan Utara.

Lokasinya adalah di wilayah Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan. Pembukaan museum ini dilaksanakan pada bulan November 2017 oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Selanjutnya, Dinas inilah yang bertugas sebagai pengelola.

Sayangnya, umur dari tempat wisata Kalimantan Utara yang satu ini tidaklah panjang. Hanya dalam waktu 3 tahun, tepatnya di tahun 2020, museum ini dinonaktifkan. Pemerintah setempat bahkan sudah berencana untuk mengalihfungsikan lokasinya. Namun, walaupun museum Flora dan Fauna sudah ditutup, tidak ada salahnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang keberadaannya. Berikut ulasannya.

Museum Rumah Bundar

Museum Flora Fauna di Kabupaten Tarakan ini juga sering disebut sebagai Museum Rumah Bundar. Nama ini merujuk pada tampilan penampang bagian atap bangunan. Penampang ini berbentuk bundar atau melengkung. Sehingga, masyarakat setempat sejak dahulu menyebutnya rumah bundar atau bahkan rumah drum.

Ya, meskipun keberadaan museum ini relatif baru, akan tetapi bangunannya sudah berdiri sejak jaman kolonial Belanda di tahun 1938. Bangunan ini sejatinya mengusung konsep eksterior bernama the Queen’s Head.

Pada mulanya, bangunan rumah bundar ini berfungsi sebagai rumah dinas pegawai sipil Belanda yang berada di wilayah Tarakan. Seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut mengalami berbagai macam ahli fungsi serta pemugaran. Hingga akhirnya, pada tahun 2017, Dinas Lingkungan Hidup setempat mengambil alih dan diresmikan sebagai Museum Flora dan Fauna Tarakan.

Koleksi Museum Flora dan Fauna

Berbeda dengan kebutuhan binatang atau cagar alam yang menampilkan satwa dan tumbuhan dalam kondisi hidup, maka koleksi di Museum Flora dan Fauna ini kebanyakan adalah benda mati. Terdapat sekitar 200 koleksi Flora dan fauna khas Kalimantan Utara dalam berbagai macam bentuk.

Wujud-wujud koleksi tersebut antara lain dalam bentuk foto, gambar, potongan-potongan kayu dan bagian tanaman serta binatang-binatang yang sudah diawetkan. Beberapa diantaranya yang menarik adalah potongan kayu lebar serta sampel daun yang sudah diawetkan dengan alkohol. Adapula koleksi berupa hasil olahan rotan dan kayu dalam bentuk unik.

Anda juga bisa melihat koleksi-koleksi satwa yang diawetkan seperti tengkorak beruang madu, telur-telur hewan langka, kepiting, dan lobster Bambu. Di bagian luar ruangan, terdapat pula akuarium dengar berbagai macam ikan unik termasuk lele albino. Totalnya, ada sekitar 5 ruangan dan 1 bagian outdoor yang bisa dinikmati.

Alihfungsi Museum

Sayangnya, karena satu hal dan yang lainnya, museum unik ini sekarang Sudan dinonaktifkan sejak tahun 2020. Bahkan, sudah ada rencana untuk pengalihfungsian untuk menjaga bangunan tetap berdaya guna.

Penonaktifan ini konon disebabkan karena pengelolaannya yang sudah tidak sejalan dengan visi dan misi di awal. Selain itu, semakin berkurangnya koleksi juga menjadi alasan lain mengapa Museum Flora dan Fauna Tarakan sebaiknya ditutup.

Bagikan:

Baca Juga