Deretan Second Lead K-Drama yang Paling Bikin Penonton Patah Hati

Muflihah

BENUANTA Menonton drama Korea sering kali menyisakan rasa sesak di dada karena kehadiran karakter pria pendukung. Mereka kerap tampil lebih memukau namun harus rela melepaskan wanita pujaan demi sang pemeran utama.

Fenomena menyakitkan ini dikenal luas oleh para penggemar dengan sebutan sindrom pemeran utama kedua. Rasa simpati penonton meluap akibat pengorbanan tanpa pamrih yang terus ditunjukkan oleh deretan karakter malang tersebut.

Karakter legendaris yang sukses memicu tren ini adalah Han Tae Seok yang diperankan Won Bin dalam drama Autumn in My Heart. Kesetiaannya merawat wanita yang ia cintai tanpa balasan cinta hingga akhir hayat sukses menguras air mata penonton.

Pesona Pria Sempurna yang Terabaikan

Daya tarik serupa juga ditunjukkan oleh karakter Kim Shin Hyuk yang dibawakan secara apik oleh Choi Si Won dalam drama She Was Pretty. Dia tulus mencintai sang wanita tanpa memandang fisik dan selalu hadir menjadi pelindung di masa masa sulit.

Tidak ketinggalan Go Jung Won dari drama Don’t Dare to Dream yang menjadi contoh nyata pria sempurna namun bernasib sial. Karakter yang dimainkan Go Kyung Pyo ini sangat dewasa dan penuh pengertian tetapi tetap gagal mendapatkan cinta sejatinya.

Banyak penikmat drama menilai para pria ini sebenarnya jauh lebih layak mendapatkan akhir kisah yang bahagia. Penonton merasa penulis naskah terlalu kejam dalam memberikan penderitaan emosional kepada karakter berhati malaikat tersebut.

Hal ini sering memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar setiap kali drama tersebut selesai ditayangkan. Kekecewaan mendalam itu tergambar jelas dalam berbagai forum ulasan hiburan yang menyoroti ketidakadilan skenario.

“Karakter pria kedua kerap kali dieksploitasi secara emosional hanya untuk memperkuat dominasi sang pemeran utama pria,” sebut ulasan forum penggemar drama pada Jumat (19/6/26).

Rasa frustrasi para penonton justru menjadi bukti bahwa deretan aktor tersebut sukses menghidupkan peran mereka secara brilian. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri yang membuat sebuah judul drama tetap relevan dibicarakan bertahun tahun kemudian.

“Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sebenarnya menjadi detak jantung dan perekat emosi dalam setiap episode,” tutup ulasan tersebut.

Bagikan:

Baca Juga