BENUANTA – Masa pemusatan latihan atau Training Center (TC) Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 telah resmi berakhir. Penutupan agenda krusial ini menjadi sinyal kuat bahwa kafilah Benua Etam kini siap tempur menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Prosesi penutupan TC tersebut dilakukan secara daring oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur, Yuli Fitriyanti, pada Rabu (6/5/2026).
Bukan Sekadar Latihan Teknis
Dalam sambutannya, Yuli Fitriyanti memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, jajaran pelatih, dan panitia yang telah menunjukkan dedikasi penuh selama masa pembinaan. Ia menggarisbawahi bahwa pemusatan latihan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam ketimbang sekadar mengasah kemampuan teknis tilawah.
“TC ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kafilah yang tidak hanya unggul secara kemampuan teknis. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah wadah pembentukan mental, kedisiplinan, serta kesiapan spiritual untuk mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional,” papar Yuli.
Jaga Konsistensi Menuju Panggung Nasional
Meski rangkaian TC telah ditutup, Yuli berpesan agar para peserta tidak mengendurkan semangat. Ia berharap para kafilah tetap menjaga konsistensi latihan secara mandiri dan terus meningkatkan kualitas diri masing-masing. Hasil evaluasi selama masa TC ini diharapkan bisa menjadi pijakan perbaikan untuk tahapan pembinaan selanjutnya.
Berakhirnya program TC ini sekaligus menandai kesiapan awal kafilah Kaltim dalam menyambut kompetisi MTQ VIII KORPRI tingkat nasional yang dipastikan akan berjalan sangat kompetitif.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh dalam setiap proses pembinaan. Harapannya, berbekal ilmu dan pengalaman berharga selama TC, kafilah Kaltim mampu tampil optimal dan membawa pulang prestasi gemilang untuk Benua Etam.



