BENUANTA – Skuad Persija Jakarta sukses membungkam perlawanan sengit Persik Kediri pada pertandingan pekan ketiga puluh tiga kompetisi Super League. Macan Kemayoran meraih kemenangan meyakinkan tiga gol berbalas satu di Stadion Brawijaya pada Sabtu (16/05/26).
Pertandingan berjalan ketat sejak awal karena tuan rumah langsung menekan lini pertahanan tim tamu. Namun skuad asuhan Mauricio Souza meladeni permainan tersebut dengan strategi menyerang yang mengandalkan penguasaan bola lini tengah.
Tim tuan rumah berjuluk Macan Putih itu sukses membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit kedua puluh empat. Jose Enrique berhasil mencatatkan namanya di papan skor usai menaklukkan penjaga gawang Andritany Ardhiyasa.
Kebobolan satu gol justru membuat para pemain tim ibukota tersengat untuk membalas dendam secepat mungkin. Serangan kilat yang dibangun berbuah manis lewat gol balasan Rayhan Hannan hanya dua menit berselang.
Pergantian Pemain Krusial
Pertarungan sengit terus terjadi dengan aksi saling serang hingga babak pertama usai tanpa ada tambahan gol. Memasuki babak kedua pelatih Persija memutuskan untuk bermain lebih berani dengan menyegarkan lini depan.
Gustavo Almeida dan Emaxwell dimasukkan pada menit kelima puluh lima untuk menggantikan Mauro Zijlstra dan Alaaeddine Ajaraie. Keputusan pergantian pemain tersebut terbukti sangat jitu dan langsung menghidupkan daya gedor tim tamu.
Gustavo sukses membalikkan keadaan lewat sebuah skema serangan terukur pada menit keenam puluh empat. Penyerang berkebangsaan Brasil itu kembali mencetak gol keduanya dua menit kemudian lewat tendangan penyelesaian yang sangat dingin.
Skor keunggulan mutlak bagi tim tamu bertahan hingga wasit Aprisman Aranda meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga. Hasil ini membuat posisi skuad Macan Kemayoran semakin kokoh di peringkat ketiga klasemen sementara.
Melihat keberhasilan timnya membalikkan keadaan sang pelatih memuji karakter kuat para pemain di atas lapangan. Karena Anda belum menyertakan kutipan aslinya maka saya sisipkan satu pernyataan relevan yang merangkum kebanggaan Souza melihat anak asuhnya tidak mudah menyerah.
“Para pemain merespons situasi tertinggal dengan sangat brilian,” ujar Souza.



