BENUANTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh harapan besar terhadap peran organisasi budaya dalam menjaga jati diri dan memperkuat ikatan sosial masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Kukar, Edi Damansyah, saat menghadiri pelantikan pengurus baru Sempekat Keroan Kutai (SKK) Kecamatan Loa Kulu.
Pelantikan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Loa Kulu itu turut dihadiri Sultan Kutai H Aji Muhammad Arifin serta Pore Thauhid Afrilian Noor. Kehadiran tokoh adat ini menegaskan pentingnya SKK sebagai lembaga yang menjaga kelestarian tradisi sekaligus menjadi wadah solidaritas masyarakat Kutai.
“SKK bukan hanya paguyuban, tetapi juga rumah besar bagi orang Kutai untuk merawat adat istiadat dan menjaga martabat budaya kita,” ungkap Edi.
Ia menambahkan, organisasi budaya harus tampil sebagai contoh positif dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pengurus SKK memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik Kutai sekaligus memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan sosial.
“Jangan sampai SKK hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar hadir memberikan manfaat dan menjadi panutan,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Edi mendorong SKK Loa Kulu untuk memperluas jejaring dengan berbagai organisasi budaya lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kohesi sosial sekaligus menjawab tantangan zaman.
Momentum pelantikan tersebut menjadi awal baru bagi SKK Loa Kulu dalam mengukuhkan perannya. Bukan sekadar menjaga romantisme budaya, tetapi menjadikannya sebagai kekuatan sosial yang relevan dan berdaya guna bagi masyarakat Kukar. (Mam/Adv/DiskominfoKukar)




