Benuanta.id – Pulau Kumala, yang terletak di tengah Sungai Mahakam dan menjadi ikon pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini memasuki fase transformasi besar. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menyusun grand design pengembangan Pulau Kumala sebagai destinasi wisata nasional yang berkelanjutan.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kemenparekraf bertujuan untuk memastikan perencanaan pembangunan Pulau Kumala sesuai dengan standar nasional destinasi pariwisata berkelanjutan. “Kami sedang menyusun konsep bersama Kemenparekraf untuk menentukan arah terbaik bagi Pulau Kumala,” ujarnya. Rancangan ini mencakup perencanaan infrastruktur, zona wisata, dan pemberdayaan ekonomi kreatif lokal.
Dokumen masterplan sedang dalam tahap penyusunan dan akan dikaji oleh Dispar Kukar sebelum diserahkan kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti. “Kami berharap masterplan ini dapat diterapkan di Kukar, khususnya di Pulau Kumala,” tambah Arianto.
Sebagai bagian dari revitalisasi, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk pengembangan Pulau Kumala. Proyek utama dalam pengembangan ini adalah pembangunan wahana waterboom yang kini telah mencapai 70% dan ditargetkan selesai pada tahun 2025. Selain itu, fasilitas lain seperti taman tematik, sepeda listrik, dan peningkatan penerangan jalan juga sedang dibenahi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Kerja sama antara Pemkab Kukar dan Kemenparekraf juga bertujuan untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan letaknya yang strategis, Pulau Kumala diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan jumlah wisatawan.
Dengan adanya masterplan yang terstruktur dan dukungan dari berbagai pihak, Pulau Kumala diharapkan dapat kembali menjadi destinasi wisata favorit yang tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Transformasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Melalui kolaborasi strategis ini, Pulau Kumala siap menyambut masa depannya sebagai destinasi wisata nasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
(Mam/Adv/DiskominfoKukar)




