Program Susu dan Telur Disketapang Kukar Untuk Gizi Anak di Lima Kecamatan

Fathur

BENUANTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadikan penurunan angka stunting sebagai salah satu prioritas utama, diwujudkan melalui program pemberian susu dan telur gratis. Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar ini hanya menyasar lima kecamatan.

Keterbatasan cakupan ini menimbulkan pertanyaan mengenai pemerataan program. Program ini sendiri sudah berjalan sejak 2023, dengan volume bantuan yang meningkat signifikan pada tahun 2024.

Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada anak-anak di usia kelas 1 hingga 3 SD. Kelompok usia tersebut dianggap paling rentan terhadap masalah gizi dan tumbuh kembang.

Meskipun demikian, program hanya menyentuh delapan sekolah di lima kecamatan yang telah diidentifikasi sebagai lokus stunting.

“Tahun ini kami tingkatkan volume bantuannya. Delapan SD di lima kecamatan menjadi sasaran, masing-masing sekolah menerima untuk 50 siswa,” ujar Sutikno.

Proses pendataan siswa penerima bantuan dilakukan secara cermat oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) kecamatan dan pihak sekolah untuk memastikan ketepatan sasaran.

Sekolah-sekolah yang menjadi target program ini tersebar di Muara Badak, Samboja, Tenggarong Seberang, Kota Bangun Darat, dan Kota Bangun.

Disketapang Kukar berharap langkah ini dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, meskipun cakupannya masih terbatas.

Program pemberian susu dan telur ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga bertujuan untuk menguatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi seimbang di kalangan orang tua dan tenaga pendidik.

Pemerintah daerah berharap program sederhana ini dapat menjadi solusi efektif untuk masalah stunting yang kompleks. (Mam/Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan:

Baca Juga