BENUANTA – Latihan skuad Persija Jakarta belakangan ini terasa lebih hening dan menyimpan bara kekecewaan. Skuad Macan Kemayoran masih merasakan luka mendalam usai takluk dari rival abadinya pekan lalu.
Kekalahan menyakitkan di Samarinda tersebut tidak sekadar menghilangkan tiga poin penting. Hasil itu ikut meruntuhkan asa juara sekaligus meninggalkan beban mental yang berat bagi para pemain.
Skuad asuhan pelatih Carlos Pena kini harus melawat ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Pertandingan tandang ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya di bawah terik matahari Jawa Timur.
Ujian Mental Carlos Pena
Target merengkuh gelar juara kini praktis sirna dan membuat fokus tim beralih sepenuhnya. Mereka kini berupaya mengamankan posisi tiga besar demi meraih tiket kompetisi tingkat Asia.
Namun beban kritik yang riuh di media sosial membuat posisi sang pelatih kini berada dalam sorotan tajam. Keputusan taktiknya pada laga derbi dinilai terlalu pasif saat tim berada di bawah tekanan konstan dari lawan.
Pelatih asal Spanyol tersebut menyadari timnya tidak memiliki alternatif lain saat bertandang ke markas musuh. Ia menuntut para pemainnya untuk segera bereaksi dan melupakan kekalahan sebelumnya.
“Kami tidak punya pilihan selain memberikan respons instan,” ucap Pena pada Jumat (15/05/26).
Taktik Cerdik Tuan Rumah
Sementara itu kubu tuan rumah sedang menikmati situasi tenang karena sudah aman dari ancaman degradasi. Persik Kediri bisa tampil lepas tanpa beban yang justru membuat pergerakan mereka sangat berbahaya.
Kemenangan mereka atas Semen Padang membuktikan ketajaman duet penyerang Ze Valente dan Flavio Silva belum memudar. Tuan rumah diprediksi akan bermain sabar menunggu kesalahan transisi lawan untuk melancarkan serangan balik cepat.
Rekor pertemuan juga menunjukkan tim tamu sering kesulitan mengembangkan permainan bola pendek saat merumput di Stadion Brawijaya. Jika tim ibu kota kembali terjebak emosi maka prediksi skor imbang 1-1 sangat mungkin menjadi kenyataan pahit berikutnya.
Carlos Pena berharap skuadnya mampu memulihkan gairah bertanding dan kembali menemukan karakter asli mereka di lapangan. Sang pelatih menegaskan bahwa mengamankan posisi di papan atas klasemen adalah sebuah harga mati.
“Tim harus bangkit demi satu tiket ke kompetisi Asia,” tutupnya.




