BENUANTA – Laga super big match yang sarat gengsi dan tensi tinggi akan mewarnai pekan ke-32 Super League 2025/2026. Persija Jakarta dijadwalkan menjamu rival abadinya, PERSIB Bandung, pada Minggu (10/5/2026). Menariknya, duel klasik ini tidak akan dihelat di ibu kota, melainkan menggunakan Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai venue pertandingan.
Digelarnya laga di tempat netral ini memberikan dinamika tersendiri. Berstatus sebagai laga usiran bagi Persija, pertandingan di Bumi Etam ini diprediksi akan berjalan sangat sengit, mengingat kedua tim membutuhkan poin penuh untuk misi yang berbeda.
Prediksi Laga dan Tantangan Stadion Segiri

Bagi skuad Maung Bandung, laga ini adalah penentu takdir juara. Sedang bersaing ketat di pucuk klasemen dengan koleksi 72 poin (kembar dengan Borneo FC), tim asuhan Bojan Hodak dipastikan bakal tampil all-out menyerang demi mengamankan tiga poin krusial.
Bermain di Stadion Segiri sejatinya memberikan sedikit keuntungan mental bagi PERSIB karena terbebas dari tekanan puluhan ribu suporter tuan rumah. Namun, cuaca dan tingkat kelembapan khas Samarinda diprediksi akan menjadi tantangan tersendiri yang menguras stamina para pemain dari kedua kubu.
Regulasi Tegas Larangan Suporter Tamu
Meski Persija tidak bermain di kandang aslinya, aturan kompetisi terkait suporter tetap berlaku mutlak. Manajemen PERSIB menegaskan bahwa Bobotoh dilarang keras untuk memaksakan diri hadir secara langsung ke Stadion Segiri.
Larangan ini merujuk pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang menyebutkan bahwa selama masa transisi transformasi sepak bola nasional, seluruh pertandingan tidak dapat dihadiri oleh suporter klub tamu. Pelanggaran terhadap aturan ini akan membuahkan sanksi berat bagi klub yang bersangkutan.
Head of Communication PERSIB, Adhi Pratama, mengingatkan bahwa kepatuhan ini adalah bentuk perlindungan nyata suporter terhadap klub.
“Kami mengimbau dengan sangat agar Bobotoh tidak memaksakan diri datang ke Stadion Segiri. Mari bersama-sama menghormati ketentuan mengenai larangan suporter tamu. Manajemen tidak ingin ada pihak yang dirugikan apabila tetap memaksakan hadir di tribun,” tegas Adhi.
Nobar Biru Sebagai Solusi Dukungan

Sebagai gantinya, manajemen mengajak Bobotoh untuk menyalurkan energi positif dan doa dari jauh agar PERSIB mampu meraih hasil maksimal. Untuk menjaga antusiasme, manajemen telah menyiapkan fasilitas “Nobar Biru” di berbagai titik strategis di Kota Bandung.
“Dukungan dari rumah maupun melalui kegiatan nonton bareng resmi di Bandung akan menjadi bentuk dukungan terbaik bagi tim sekaligus membantu menjaga keamanan dan kondusivitas pertandingan,” tambah Adhi.
Adapun titik Nobar Biru yang bisa dikunjungi Bobotoh antara lain Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), CGV Paris Van Java (PVJ), Paskal, Miko Mall, serta Graha PERSIB.



