Pasar Tangga Arung Disiapkan Jadi Pasar Modern dan Ruang Publik Multifungsi

Fathur

Pasar Tangga Arung Disiapkan Jadi Pasar Modern dan Ruang Publik Multifungsi

Benuanta.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tengah melakukan transformasi menyeluruh terhadap Pasar Tangga Arung. Tak sekadar renovasi fisik, perubahan ini mencakup alih fungsi pasar menjadi kawasan modern dengan konsep zonasi dagang yang baru.

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengungkapkan bahwa ke depan Pasar Tangga Arung tidak lagi difungsikan untuk menjual komoditas basah, seperti ikan, daging, atau sayuran. Sebagai gantinya, pasar ini akan menjadi pusat perdagangan barang kering, sekaligus kawasan publik yang menyatukan unsur edukasi, literasi, wisata, hingga kegiatan olahraga.

“Konsep yang kami usung adalah pasar modern yang bersih, tertata, dan multifungsi. Semua aktivitas pasar basah akan kami pusatkan ke Pasar Mangkurawang sebagai pasar induk,” ujar Sayid.

Transformasi ini juga diiringi dengan pembangunan pasar penyangga di sejumlah kawasan strategis seperti Bukit Biru, Triyu, dan Maluhu. Langkah ini bertujuan agar distribusi barang tetap lancar dan masyarakat memiliki akses belanja yang lebih merata, tanpa harus memusatkan aktivitas di satu titik.

Meski pembangunan pasar penyangga masih dalam tahap perencanaan, Disperindag Kukar kini tengah menyiapkan proses relokasi pedagang Pasar Tangga Arung secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi para pelaku usaha kecil.

“Relokasi ini harus dilakukan dengan pendekatan humanis. Kami ingin memastikan para pedagang tetap mendapatkan ruang usaha yang layak,” tambahnya.

Selain pembaruan zonasi, pemerintah juga melakukan penataan fisik kawasan, mulai dari perbaikan drainase, pengaturan ulang area parkir, penghijauan taman, hingga pemasangan pagar pengaman untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Dengan wajah baru yang lebih modern dan tertata, Pasar Tangga Arung diharapkan tak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang publik urban yang bisa diakses semua kalangan. Sayid optimistis, penataan ini akan mendorong peningkatan jumlah pengunjung dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada pedagang lokal.

“Pasar yang bersih dan nyaman akan menarik lebih banyak pengunjung. Ini tentu akan berdampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

(Mam/Adv/DiskominfoKukar)

Bagikan:

Baca Juga