Netizen Protes Keras Hasil Final Grup Baru HYBE Saint Satine

Muflihah

Netizen Protes Keras Hasil Final Grup Baru HYBE Saint Satine

BENUANTA Gelombang kemarahan netizen meledak sesaat setelah pengumuman anggota terakhir dan nama grup global baru kolaborasi HYBE serta Geffen Records. Hasil akhir dari acara survival bertajuk Prelude The Final Piece tersebut dianggap tidak adil dan penuh dengan kecurangan.

Acara ini mencapai puncaknya pada Selasa (12/5/26) dengan menetapkan Sakura sebagai anggota terakhir yang akan bergabung bersama Emily, Lexie, dan Samara. Namun terpilihnya kontestan asal Jepang tersebut justru memicu reaksi keras di kalangan penggemar internasional.

Banyak pihak menuduh pihak penyelenggara melakukan manipulasi hasil yang lebih parah dibandingkan acara survival HYBE sebelumnya. Publik menilai bahwa agensi kembali lebih mengutamakan aspek potensi dibandingkan bakat nyata yang ditunjukkan selama kompetisi.

Kontroversi Usia dan Nama Grup

Kritik tajam juga mengarah pada keputusan agensi yang memasukkan Sakura ke dalam grup yang beranggotakan orang dewasa. Mengingat Sakura baru saja menginjak usia 16 tahun pada awal tahun ini sementara konsep grup tersebut diprediksi akan mengusung citra yang lebih seksi.

Netizen sangat menyayangkan kegagalan Ayana untuk debut karena ia merupakan kontestan favorit yang paling diharapkan oleh banyak orang. Kekecewaan penggemar semakin bertambah saat identitas resmi grup ini diumumkan ke publik.

Grup yang semula dikira akan menggunakan nama Prelude ternyata resmi diperkenalkan dengan nama Saint Satine. Nama tersebut dianggap tidak masuk akal dan sama sekali tidak sesuai dengan citra yang selama ini dipromosikan sepanjang acara berlangsung.

“Ini adalah kecurangan paling parah yang pernah ada,” tulis salah satu netizen yang merasa sangat kecewa dengan hasil tersebut.

Hingga saat ini publik masih terus menyuarakan protes mereka melalui berbagai media sosial terkait standar pemilihan bakat yang diterapkan oleh pihak agensi. Mereka merasa keputusan ini mencederai sportivitas para kontestan yang telah berjuang keras.

“Perusahaan sekali lagi mengutamakan potensi daripada bakat,” ujar netizen lainnya.

Bagikan:

Baca Juga