BENUANTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali menggulirkan program Beasiswa Kukar Idaman untuk tahun 2025 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan bagi masyarakat daerah. Program ini ditujukan untuk pelajar SMA/sederajat, santri pondok pesantren, serta mahasiswa dari jenjang diploma hingga strata tiga (S3).
Lurah Melayu, Aditiya Rakhman, menyambut baik pembukaan program ini dan mengimbau masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, agar segera mendaftarkan diri. Ia menekankan pentingnya memastikan data calon penerima beasiswa telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSN), yang menjadi salah satu persyaratan utama seleksi.
“Beasiswa Kukar Idaman merupakan peluang besar bagi anak-anak Kukar, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera, untuk melanjutkan pendidikan. Namun kami ingatkan, syarat pentingnya adalah terdaftar dalam DTSN. Jika tidak, proses pengajuan beasiswa bisa terkendala,” ujar Aditiya pada Sabtu (1/3/2025).
Program beasiswa ini dijadwalkan berlangsung dari 3 Februari hingga 17 April 2025, dengan total anggaran sebesar Rp8 miliar yang disiapkan Pemkab Kukar. Meski masa pendaftaran telah dibuka, Aditiya mengungkapkan bahwa rincian jumlah penerima serta nominal beasiswa per kategori masih menunggu informasi resmi dari dinas terkait.
“Pendaftaran sudah berjalan, namun besaran bantuan dan klasifikasinya belum diumumkan secara rinci. Yang jelas, warga yang terdata dalam DTSN memiliki peluang lebih besar dalam seleksi,” jelasnya.
Guna mempercepat proses informasi, pihak Kelurahan Melayu telah bekerja sama dengan ketua RT di setiap lingkungan untuk menyebarluaskan informasi pendaftaran dan membantu warga mengakses link pendaftaran yang tersedia secara daring.
“Kami tidak tinggal diam. Koordinasi dengan para ketua RT terus kami lakukan agar informasi ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat. Warga yang memenuhi kriteria bisa langsung mendaftar secara online,” lanjutnya.
Aditiya juga mengingatkan bahwa meski program ini terbuka bagi seluruh warga Kukar, kuota penerima tetap terbatas dan disesuaikan dengan anggaran serta hasil verifikasi data. Oleh karena itu, tidak semua pendaftar dijamin mendapatkan bantuan, meskipun telah memenuhi syarat administratif.
“Tidak semua yang mendaftar akan langsung lolos. Kuotanya terbatas, dan semua tergantung pada hasil verifikasi akhir. Kami mendorong warga untuk melengkapi dokumen dengan benar dan mengikuti proses secara tertib,” tegasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kukar berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih berkualitas, mandiri, dan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan. Aditiya pun mendukung penuh visi tersebut.
“Kami yakin pendidikan adalah kunci utama untuk mengubah kehidupan masyarakat. Lewat program beasiswa ini, kita membuka jalan bagi anak-anak Kukar agar punya masa depan yang lebih baik dan lebih cerah,” tutupnya. (Mam/Adv/DiskominfoKukar)



