BENUANTA – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, potensi lonjakan harga bahan pangan di pasar tradisional maupun ritel mulai menjadi perhatian serius jajaran legislatif.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah antisipasi yang konkret agar kenaikan harga musiman tidak sampai mencekik daya beli masyarakat di Bumi Batiwakkal.
Arman menilai fenomena kenaikan harga akibat peningkatan permintaan kebutuhan pokok adalah siklus tahunan yang sudah seharusnya dimitigasi sejak awal.
Tanpa adanya intervensi dan pengendalian yang ketat dari pemerintah, kondisi pasar dikhawatirkan akan memberatkan masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah yang sedang bersiap menyambut hari kemenangan.
“Permintaan biasanya meningkat menjelang lebaran. Jika tidak diantisipasi, harga bisa melonjak dan tentu akan membebani masyarakat,” tegas Arman, Kamis (12/3/2026).
Selain meminta kesigapan pemerintah, Arman juga melayangkan peringatan keras kepada para pedagang dan produsen agar tidak memanfaatkan momentum hari raya untuk meraup keuntungan secara tidak wajar.
Praktik menimbun stok atau menaikkan harga secara sepihak di atas kewajaran hanya akan merusak ekosistem ekonomi daerah.
Sebagai solusi nyata, ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera mengagendakan pelaksanaan pasar murah sebagai instrumen penyeimbang harga di pasar.
Program pasar murah dinilai sebagai langkah paling efektif untuk membantu warga mendapatkan akses pangan dengan harga yang jauh lebih terjangkau di bawah harga pasar.
Namun, Arman memberikan catatan khusus agar distribusi program ini dilakukan secara merata dan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan saja.
Jangkauan pasar murah harus mampu menyentuh kecamatan-kecamatan pelosok agar seluruh lapisan masyarakat Berau merasakan kehadiran pemerintah di tengah fluktuasi harga.
Lebih lanjut, fungsi pengawasan di lapangan juga menjadi elemen vital yang tidak boleh terabaikan.
DPRD Berau berkomitmen untuk menyampaikan rekomendasi kepada dinas terkait agar segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara berkala guna memantau stabilitas stok dan harga di gudang-gudang distributor.
Sinergi antara pengawasan dan ketersediaan stok adalah kunci utama dalam mencegah terjadinya kelangkaan barang yang sering kali menjadi pemicu utama kenaikan harga.
Melalui langkah-langkah preventif ini, diharapkan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga hingga hari raya tiba.
Fokus utamanya adalah memastikan setiap rumah tangga di Berau dapat merayakan Idulfitri dengan penuh sukacita tanpa harus terbebani oleh urusan dapur yang melambung tinggi.
“Harapannya masyarakat bisa menyambut Idulfitri dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya. (Adv)




