BENUANTA – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun wilayah pinggiran. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memimpin langsung paparan strategi daerah dalam proses verifikasi penilaian Arindama Tahun 2025.
Arindama atau Anugerah Inovasi Daerah Mandiri dan Berdaya Saing Bidang Pembangunan Wilayah Pedesaan merupakan wajah baru dari penghargaan bergengsi Panji Keberhasilan Pembangunan.
Proses verifikasi ini diselenggarakan secara daring oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur. Sri Juniarsih mengikuti jalannya kegiatan dari ruang video conference Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Rabu (12/11/2025).
Strategi Tiga Pilar
Dalam paparannya, Sri Juniarsih menjelaskan tantangan dan strategi mengelola daerah dengan total penduduk mencapai 303.440 jiwa yang tersebar di 100 kampung. Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan selalu berpihak pada pemerataan yang berkeadilan.
Untuk memastikan hal tersebut, Pemkab Berau menerapkan strategi tiga pilar utama.
“Pembangunan wilayah pedesaan kami lakukan secara bertahap dengan fokus pada tiga pilar utama: penguatan kapasitas kampung, peningkatan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” ujar Sri Juniarsih.
Inovasi Digital dan BUMK
Selain infrastruktur fisik, kemandirian desa juga didorong melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). Penguatan ekonomi lokal ini dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya aparatur kampung serta inovasi pelayanan publik berbasis digital.
Melalui keikutsertaan dalam penilaian Arindama, Pemkab Berau berharap dapat membuktikan kinerja nyata dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Penghargaan ini rencananya akan diserahkan pada peringatan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2026 mendatang. Keikutsertaan ini menjadi bukti keselarasan visi Berau dengan visi besar Kaltim menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. (Adv)




