BENUANTA – Laga melawan tim promosi Sunderland di Old Trafford malam ini, Sabtu (4/10/2025), disebut-sebut akan menjadi momen penentu bagi nasib manajer Manchester United, Ruben Amorim. Posisi sang pelatih kini berada di ujung tanduk akibat rentetan hasil buruk.
Kegagalan meraih kemenangan diyakini akan memicu babak baru spekulasi pemecatan, terutama menjelang jeda internasional selama dua pekan. Tekanan semakin memuncak setelah kritik keras datang dari para legenda klub.
Terima Kritik Legenda Klub
Legenda sekaligus pencetak gol terbanyak klub, Wayne Rooney, baru-baru ini menyatakan bahwa “jiwa telah hilang” dari skuad United. Menanggapi hal itu, Amorim justru menunjukkan sikap terbuka dan tidak defensif.
Ia sadar betul rekor buruknya, di mana ia baru memenangkan 18 dari 49 laga, menjadi alasan utama di balik kritik tajam tersebut.
“Itu normal. Anda tidak bisa lari dari hasil akhir,” ujar Amorim dalam konferensi pers pra-pertandingan, Jumat (3/10/2025).
Akui Posisi Terancam
Meskipun sumber internal klub menyebut Sir Jim Ratcliffe masih mendukungnya, Amorim secara jujur mengakui bahwa kesabaran manajemen ada batasnya. Ia sadar bahwa sebuah proyek membutuhkan hasil untuk bisa terus berjalan.
Amorim juga menepis rumor bahwa ia mungkin akan mengundurkan diri. Meskipun mengakui pernah merasakan frustrasi berat, ia menegaskan tidak akan menyerah dan akan terus berjuang.
Namun, ia menutup pernyataannya dengan sebuah pengakuan tentang betapa krusialnya situasi saat ini.
“Tentu saja, ini adalah mimpi untuk berada di sini. Saya ingin terus di sini dan berjuang untuk ini, tetapi masalahnya adalah sekarang,” tutupnya.



