BENUANTA – Krisis striker yang dialami Newcastle United semakin parah menjelang penutupan bursa transfer. Tawaran besar mereka senilai £50 juta (sekitar Rp966 miliar) untuk penyerang Wolverhampton Wanderers, Jorgen Strand Larsen, dilaporkan telah ditolak.
Penolakan ini terjadi di hari-hari terakhir bursa transfer yang akan ditutup pada 1 September, membuat Newcastle dalam posisi panik untuk mencari solusi lini depan. Kabar ini dilansir oleh BBC pada Selasa (26/8/2025).
Dinding Tebal dari Klub Pesaing
Newcastle disebut bisa saja kembali dengan tawaran yang lebih tinggi, namun Wolves telah menegaskan sikap mereka bahwa pemain internasional Norwegia itu tidak untuk dijual.
Larsen baru saja dipermanenkan oleh Wolves bulan lalu senilai £23 juta setelah menjalani masa peminjaman yang sukses dengan torehan 14 gol musim lalu.
Manajer Wolves, Vitor Pereira, menegaskan betapa pentingnya Larsen bagi timnya, terutama setelah mereka juga kehilangan penyerang lain, Matheus Cunha, ke Manchester United.
“Ia adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Saya melihatnya dalam latihan dan ia sangat berkomitmen,” ujar Pereira.
Penolakan dari Wolves ini mengikuti dua tawaran Newcastle sebelumnya untuk penyerang Brentford, Yoane Wissa, yang juga ditolak.
Diperparah Masalah Internal
Kepanikan Newcastle di bursa transfer ini diperparah oleh masalah di dalam skuad mereka sendiri. Mereka sangat membutuhkan penyerang tengah baru setelah Callum Wilson hengkang bulan lalu karena kontraknya habis.
Selain itu, striker utama mereka, Alexander Isak, kini tengah dalam situasi sulit. Pemain asal Swedia itu dilaporkan berlatih terpisah dari rekan-rekannya setelah menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Liverpool.
Kegagalan mendapatkan Larsen dan Wissa menambah daftar panjang frustrasi transfer Newcastle, setelah target-target sebelumnya seperti Hugo Ekitike, Benjamin Sesko, dan Joao Pedro lebih memilih bergabung dengan klub rival.
Opsi Terbatas Jelang Laga Besar
Akibat krisis ini, Newcastle terpaksa memainkan winger Anthony Gordon sebagai penyerang darurat dalam laga melawan Liverpool.
Kini, tim asuhan Eddie Howe harus berpacu dengan waktu yang sangat sempit untuk merekrut setidaknya satu penyerang baru, sebelum prospek tawaran baru dari Liverpool untuk Isak semakin memperumit keadaan.



