Keras Kepala Bisa Jadi Senjata Makan Tuan bagi Ruben Amorim

Fathur

Keras Kepala Bisa Jadi Senjata Makan Tuan bagi Ruben Amorim

BENUANTA – Di tengah tekanan yang kian memuncak, satu sifat manajer Manchester United, Ruben Amorim, menjadi sorotan utama. Sifat keras kepalanya yang bersikukuh pada sistem permainan 3-4-2-1 dinilai bisa menjadi bumerang yang mengancam posisinya.

Kritik ini semakin menguat setelah kekalahan 1-3 dari Brentford, Sabtu (27/9/2025). Dalam laga tersebut, kelemahan sistem Amorim dianggap kembali terekspos dengan jelas.

Para pengamat sepak bola menilai, keengganan Amorim untuk beradaptasi dan mencoba pendekatan taktis lain menjadi masalah serius. Mantan bek Manchester City, Micah Richards, adalah salah satu yang paling vokal menyuarakan hal ini.

“Sifat keras kepala Amorim dalam mencoba melakukan gayanya bisa menjadi senjata makan tuan baginya di kemudian hari,” ujar Richards dalam analisisnya untuk Match of the Day.

Kontras dengan Fleksibilitas Lawan

Sikap kaku Amorim terlihat kontras dengan manajer Brentford, Keith Andrews. Menjelang laga, Andrews justru menunjukkan fleksibilitas dengan mengubah formasi dari lima bek menjadi empat bek, sebuah keputusan yang terbukti sukses.

Mantan gelandang Wales, Ashley Williams, juga menyoroti hal serupa. Menurutnya, seorang manajer memang harus punya gaya, tetapi wajib bisa beradaptasi jika gayanya tersebut terbukti tidak berhasil.

Amorim sendiri tampaknya sadar betul dengan kritik yang diarahkan kepadanya. Namun, alih-alih menunjukkan niat untuk berubah, ia justru memberikan respons bernada sarkastis.

“Ketika kami menang, itu bukan karena sistem. Ketika kami kalah, itu karena sistem. Saya paham itu,” sindirnya.

Bagikan:

Baca Juga