Janice Tjen, Bangkit dari Ragu Hingga Ukir Sejarah di US Open

Fathur

Janice Tjen, Bangkit dari Ragu Hingga Ukir Sejarah di US Open

BENUANTA – Saat artikel ini ditulis pada Kamis (28/8/2025) dini hari WIB, petenis Indonesia Janice Tjen tengah berjuang di panggung besar, Louis Armstrong Stadium, menghadapi mantan juara US Open, Emma Raducanu.

Apapun hasil dari pertandingan tersebut, perjalanan Janice untuk mencapai babak kedua sebuah Grand Slam adalah kisah luar biasa tentang kebangkitan dari keraguan. Ia adalah petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang berhasil meraih kemenangan di babak utama turnamen sekelas Grand Slam.

Momen Bersejarah yang Jadi Sorotan Dunia

Sejarah itu terukir pada Minggu (24/8/2025), saat Janice secara mengejutkan menyingkirkan unggulan ke-24 asal Rusia, Veronika Kudermetova, dalam laga tiga set yang ketat 6-4, 4-6, 6-4.

Kemenangan ini sontak menjadi sorotan media internasional. Kantor berita AFP dan Associated Press (AP) mencatatnya sebagai kemenangan pertama petenis Indonesia di tunggal Grand Slam dalam 22 tahun terakhir sejak era Angelique Widjaja. Sementara Reuters menyebutnya sebagai “tonggak penting bagi tenis Asia Tenggara”.

“Ini sangat berarti. Saya merasa bangga bisa melakukan ini untuk negara saya,” kata Janice kepada AFP usai kemenangan bersejarahnya.

Titik Balik dari Keraguan di Bangku Kuliah

Namun, pencapaian gemilang ini nyaris tidak pernah terjadi. Janice mengungkapkan bahwa ia sempat berada di titik keraguan terbesar dalam kariernya saat masih menjadi atlet mahasiswa di Pepperdine University, California, AS.

Ia sempat merenungkan apakah akan melanjutkan karier sebagai petenis profesional atau tidak. Namun, dorongan dari para pelatihnya menjadi titik balik.

“Saat di kampus saya sempat merenungkan apakah saya akan ke lapangan atau tidak, tetapi pelatih-pelatih saya di Peperdine menyarankan untuk mencoba setidaknya selama dua tahun, dan saya mempercayai mereka, dan sekarang saya ada di sini,” ujar Janice, dilansir Antaranews.com.

Lingkaran Pendukung yang Jadi Kunci

Keputusannya untuk terjun ke dunia profesional tidak lepas dari sistem pendukung yang kuat di sekelilingnya. Ia menyebut peran orang tuanya sangat krusial, terutama dalam menghadapi tantangan finansial.

“Tumbuh dewasa, orang tua saya sangat mendukung saya mengejar karier tenis, memandu jalan sebagai petenis professional tidak mudah karena ini olahraga mahal,” katanya.

Selain keluarga, ia juga mendapat dukungan dari sesama petenis nasional. Ia menganggap Aldila Sutjiadi sebagai idola sekaligus kakak perempuan, dan Priska Madelyn Nugroho sebagai teman masa kecil yang pertama kali mengenalkannya pada olahraga tenis.

Hadapi Sang Inspirasi di Panggung Impian

Takdir seolah menyusun sebuah cerita yang indah untuk Janice. Di babak kedua, ia berhadapan langsung dengan Emma Raducanu, sosok yang justru menjadi salah satu inspirasi terbesarnya.

Janice mengaku, kemenangan dongeng Raducanu di US Open 2021 memberinya harapan saat ia sedang terpuruk karena cedera di bangku kuliah.

“Ketika Emma memenangkan turnamen, saya sedang cedera dan kuliah. Melihatnya saja sudah membuat saya percaya bahwa saya juga bisa berada di sini,” kata Janice.

Bagikan:

Baca Juga