BENUANTA – Indigo menyelenggarakan acara “Publisher Network: AI-Powered Game & Publishing” sebagai wadah bagi pengembang game lokal untuk bertemu langsung dengan para publisher.
Acara ini juga menjadi ruang diskusi tentang bagaimana kecerdasan buatan (AI) membentuk masa depan industri game.
Berlokasi di Telkom Landmark Tower, acara ini diikuti sekitar 50 peserta yang didominasi oleh mahasiswa dan talenta muda digital. Diskusi panel berlangsung dinamis dengan menghadirkan para pakar industri.
Mendorong Ekosistem Digital Berbasis AI
Para narasumber, Hartman Harris dari ATTN dan Rachmad Imron dari Digital Happiness, membahas peluang besar AI dalam mempercepat proses kreatif. Mereka juga mengupas tuntas tantangan yang menyertainya, seperti etika dan orisinalitas karya.
Acara ini tidak hanya berisi diskusi. Para peserta juga mendapat pengalaman interaktif melalui sesi playtest dua game portofolio Indigo, yaitu Tellers Duty dan Agni: Village of Calamity.
Selain itu, acara ini turut memperkenalkan AI Connect. Ini adalah bagian dari visi besar Telkom AI untuk memberdayakan Indonesia.
AI Connect bertujuan meningkatkan kapabilitas talenta dan ekosistem AI melalui cara-cara yang praktis dan inklusif. Langkah ini dilakukan agar generasi muda siap menjawab kebutuhan industri digital.
Keberhasilan acara ini menegaskan peran Indigo sebagai jembatan yang mempertemukan talenta game lokal dengan publisher. Hal itu sekaligus memperkuat ekosistem game Indonesia di tengah era AI.


