BENUANTA – Kemenangan super penting berhasil diamankan oleh PSM Makassar pada pekan ke-31 Super League 2025/26. Bermain di hadapan pendukung setia di Stadion BJ Habibie, Parepare, skuad Juku Eja sukses menundukkan tamunya, Bhayangkara FC, dengan skor tipis 2-1 pada Senin (4/5/2026).
Tambahan tiga poin di kandang ini menjadi angin segar bagi armada asuhan pelatih Bernardo Tavares untuk bernapas lega di sisa kompetisi musim ini. Kemenangan ini sekaligus memastikan PSM semakin aman dari intaian zona degradasi.
Menjauh dari Jerat Degradasi
Tampil penuh determinasi, Ananda Raehan dan kawan-kawan menyadari bahwa poin penuh adalah harga mati. Dengan kemenangan ini, posisi PSM Makassar merangsek naik menjauhi zona merah dengan koleksi 34 poin dari 31 pertandingan.
Juku Eja kini berhasil melebarkan jarak menjadi tujuh angka dari Persis Solo (27 poin) yang tengah terpuruk di batas akhir zona degradasi. Beban Persis Solo sendiri kian berat setelah akhir pekan lalu mereka dihancurkan oleh Malut United dengan skor telak 2-5 di Gelora Kie Raha.
Drama Menit Akhir Babak Pertama
Pertandingan di Parepare menyuguhkan pertarungan taktis yang sangat ketat. Kebuntuan baru pecah ketika pertandingan memasuki masa injury time babak pertama melalui drama adu balas gol yang mendebarkan.
Tuan rumah memimpin lebih dulu pada menit ke-90+2 melalui aksi bek asal Montenegro, Dusan Lagator. Ini merupakan gol kedua Lagator untuk PSM musim ini, menyusul gol dramatis yang juga ia cetak ke gawang PSIM Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Namun, keunggulan tersebut hanya seumur jagung. Berselang dua menit kemudian (90+4′), Bhayangkara FC langsung menyamakan kedudukan lewat gol striker andalan mereka asal Pantai Gading, Henri Doumbia. Gol keenam Doumbia semenjak paruh musim ini memaksa kedua tim turun minum dengan skor imbang 1-1.
Aksi Heroik Luka Cumic Pecahkan Kutukan
Memasuki babak kedua, jual beli serangan kembali tersaji. Kiper PSM Makassar, Hilmansyah, dipaksa bekerja keras dan tampil gemilang dengan menepis tembakan bebas berbahaya dari pemain Bhayangkara FC pada menit ke-68.
Keputusan krusial dari tim pelatih PSM hadir ketika penyerang asing Luka Cumic dimasukkan ke lapangan. Taktik ini terbukti sangat jitu. Pada menit ke-73, Cumic menerima sebuah umpan lambung jauh yang mengarah ke area pertahanan lawan.
Lewat sebuah solo run membelah setengah lapangan sambil dikejar ketat oleh Sho Yamamoto, Cumic sukses melepaskan tembakan keras mendatar yang tidak sanggup dijangkau oleh kiper Aqil Savik. Gol ini kembali membawa PSM unggul 2-1 dan bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan dramatis ini juga memberikan catatan sejarah tersendiri. PSM Makassar akhirnya sukses memberikan kekalahan perdana bagi pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, setelah dalam sembilan pertemuan sebelumnya sang pelatih selalu kebal dari kekalahan saat bersua Juku Eja.



