GPEI Ungkap ‘Harta Karun’ di Delta Mahakam, Udang Windu Siap Tembus Dunia

Fathur

GPEI Ungkap 'Harta Karun' di Delta Mahakam, Udang Windu Siap Tembus Dunia
Ketua GPEI Kaltim, Mohammad Hamzah.

BENUANTA – Kawasan Delta Mahakam disebut menyimpan ‘harta karun’ ekonomi yang potensinya belum tergarap secara optimal. Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Kalimantan Timur mengungkap, komoditas udang windu dari wilayah tersebut memiliki kualitas dan potensi untuk menembus pasar global.

Potensi raksasa ini diungkapkan oleh Ketua DPD GPEI Kaltim, Mohammad Hamzah, saat menjadi narasumber dalam sebuah seminar kewirausahaan di Universitas Mulawarman, pada Sabtu (23/8/25) kemarin.

Menurut Hamzah, udang windu merupakan komoditas ekspor unggulan yang sangat diminati dunia. Dengan pengelolaan yang tepat, Delta Mahakam bisa menjadi salah satu pusat budidaya udang windu terpenting di Indonesia. Kuncinya, kata dia, adalah penerapan sistem silvofishery yang ramah lingkungan.

Untuk membuka ‘peti harta karun’ ini, GPEI mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memberikan dukungan kebijakan yang konkret berupa payung hukum.

“Delta Mahakam memiliki kawasan strategis untuk pengembangan budidaya udang windu dengan sistem silvofishery yang ramah lingkungan. Kami mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung hukum pengelolaan kawasan tersebut,” ujar Hamzah.

Dengan adanya peraturan yang jelas, ia yakin pengelolaan kawasan akan lebih terstruktur, membuka keran ekspor lebih lebar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. GPEI pun menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan visi besar ini.

“Ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tutupnya. (*)

Bagikan:

Baca Juga