Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu! Subroto Puji Ketegasan Polres Berau, Minta Bandar Disikat Habis Tanpa Ampun

Bisnis

Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu! Subroto Puji Ketegasan Polres Berau, Minta Bandar Disikat Habis Tanpa Ampun
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, saat menunjukkan sabu 10 kg yang diamankan dari pelaku berinisial SS asal Bulungan Kalimantan Utara.

BENUANTA – Keberhasilan jajaran Polres Berau dalam mengungkap jaringan narkotika berskala besar baru-baru ini mendapat apresiasi tinggi dari kalangan legislatif. 

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, memuji tindakan cepat aparat yang berhasil menyita barang bukti berupa sabu seberat 10 kilogram.

Pencapaian itu dinilai menyelamatkan ribuan nyawa generasi muda di Bumi Batiwakkal dari jerat barang haram.

Subroto menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata keseriusan dan profesionalisme aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan daerah. 

Mengingat jumlah barang bukti yang sangat fantastis, ia menilai ancaman narkoba di Kabupaten Berau masih berada pada level yang sangat mengkhawatirkan dan memerlukan kewaspadaan tingkat tinggi. 

“Ini langkah luar biasa dari Polres Berau. Kami sangat mengapresiasi kerja keras aparat yang berhasil menggagalkan peredaran sabu dalam jumlah besar,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Dampak destruktif narkotika tidak hanya berhenti pada kerusakan moral dan kesehatan generasi penerus.

Namun juga menjadi sumbu pemicu berbagai tindak kriminalitas jalanan lainnya yang meresahkan masyarakat. 

Oleh sebab itu, Subroto meminta kepolisian tidak cepat puas dengan hasil penangkapan saat ini. 

Ia mendesak agar penyelidikan terus dikembangkan secara mendalam untuk memutus rantai distribusi hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu para bandar besar yang mengendalikan pasar dari balik layar.

Ketegasan tanpa pandang bulu menjadi poin utama yang ditekankan oleh politisi senior ini. 

Baik kurir maupun bandar harus mendapatkan ganjaran hukum yang setimpal guna memberikan efek jera yang maksimal. 

Penegakan hukum yang tanpa kompromi diyakini akan mempersempit ruang gerak para sindikat yang mencoba menjadikan Berau sebagai jalur distribusi utama. 

“Ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan ada celah bagi mereka untuk kembali beroperasi di Berau,” tegasnya.

Di samping tindakan represif dari kepolisian, Subroto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memosisikan diri sebagai baris pertahanan terdepan dalam memerangi peredaran gelap narkoba. 

Partisipasi aktif warga dalam memantau dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar sangat krusial untuk membantu tugas kepolisian di lapangan. 

Tanpa dukungan informasi dari akar rumput, pemberantasan narkoba akan sulit mencapai hasil yang optimal.

Melalui kolaborasi yang solid antara aparat penegak hukum dan kesadaran kolektif masyarakat, cita-cita mewujudkan Kabupaten Berau yang bersih dari narkoba (Bersinar) diyakini dapat segera tercapai. 

Keamanan dan kenyamanan daerah harus dijaga bersama demi masa depan Berau yang lebih sehat dan bermartabat. 

“Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, Kabupaten Berau dapat terbebas dari ancaman narkotika yang kian meresahkan,” pungkas Subroto. (Adv)

Bagikan:

Baca Juga