BENUANTA – AFC Bournemouth menunjukkan mentalitas baja saat bertandang ke markas Everton, Hill Dickinson Stadium, dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Sempat tertinggal, The Cherries sukses melakukan comeback dramatis untuk menang 2-1, Rabu (11/2/2026).
Kemenangan ini diraih berkat dua gol kilat yang tercipta hanya dalam tempo empat menit di babak kedua. Hasil positif ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Bournemouth menjadi enam pertandingan berturut-turut.
Tuan rumah Everton sejatinya menguasai jalannya babak pertama. Tekanan The Toffees membuahkan hasil jelang turun minum ketika Rayan menjatuhkan Jarrad Branthwaite di kotak terlarang.
Iliman Ndiaye yang maju sebagai eksekutor penalti sukses menjalankan tugasnya, membawa Everton unggul 1-0 hingga jeda.
Petaka Empat Menit
Namun, situasi berbalik 180 derajat selepas jeda. Bournemouth bangkit dan menghukum kelengahan tuan rumah dalam waktu singkat.
Pada menit ke-61, umpan silang akurat Adrien Truffert disambut tandukan keras Rayan di tiang jauh untuk menyamakan kedudukan. Ini menjadi gol kedua pemain Brasil tersebut dalam dua laga terakhir.
Hanya berselang tiga menit, tepatnya menit ke-64, Bournemouth berbalik unggul. Berawal dari tendangan bebas Alex Scott, bola disundul James Hill ke arah Amine Adli yang tanpa kesalahan menanduk bola masuk ke gawang Jordan Pickford. Skor berubah menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Penderitaan Everton semakin lengkap pada menit ke-69. Bek Jake O’Brien diganjar kartu merah langsung oleh wasit Andy Madley setelah menjatuhkan Adli yang sedang dalam posisi one-on-one dengan kiper.
Unggul jumlah pemain, Bournemouth berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
“Kami mengumpulkan 14 poin dari kemungkinan 18 poin dalam enam laga terakhir. Ini pencapaian luar biasa,” tulis pernyataan resmi klub.
Laga ini juga menjadi debut bagi pemain anyar Alex Toth yang didatangkan dari Ferencvaros pada bursa transfer Januari lalu.



