BENUANTA – Persija Jakarta menutup tahun 2025 dengan catatan gemilang di hadapan pendukungnya sendiri. Macan Kemayoran sukses melibas Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor telak 3-0 dalam laga lanjutan liga di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Kemenangan ini diraih berkat penampilan dominan sepanjang laga meski sempat kesulitan di awal babak pertama. Tiga gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh Allano Lima lewat titik putih, gol bunuh diri I Putu Gede, dan tembakan jarak jauh Jordi Amat.
Hasil positif ini menjadi bukti ketajaman strategi pelatih sementara Ricky Nelson yang menggantikan Mauricio Souza. Tambahan tiga poin memastikan tim Ibu Kota tetap bersaing ketat di jalur perebutan gelar juara musim ini.
Kesulitan Bongkar Pertahanan Rapat
Ricky Nelson mengakui timnya sempat menemui jalan buntu pada 45 menit pertama. Bhayangkara FC menerapkan strategi bertahan total yang memaksa para pemain Persija bekerja ekstra keras mencari celah.
Menurut Ricky, lawan mengubah gaya permainan dengan menumpuk banyak pemain di area belakang. Hal ini membuat ruang gerak Bruno Tubarao dan kawan-kawan menjadi sangat terbatas.
Ia menyebut tim tamu menempatkan hampir enam pemain di area pertahanan mereka sendiri. Situasi itu membuat upaya Persija mengeksplorasi lini tengah menjadi kurang efektif sebelum akhirnya memecah kebuntuan lewat momen transisi, Senin (29/12/2025).
“Tapi, melalui beberapa momen transisi, kami mendapatkan peluang hingga terciptanya penalti yang mengubah suasana pertandingan. Memasuki babak kedua, permainan menjadi lebih terbuka dan kami memiliki lebih banyak momen untuk masuk ke area pertahanan mereka,” ujar Ricky.
Optimisme Menatap Putaran Kedua
Kemenangan telak ini tidak hanya memperbaiki posisi di klasemen sementara tapi juga mendongkrak moral pemain. Ricky menilai agresivitas yang ditunjukkan anak asuhnya menjadi modal penting untuk menghadapi sisa kompetisi.
Ia menegaskan bahwa menutup tahun dengan kemenangan adalah target utama yang berhasil direalisasikan. Persaingan di papan atas masih sangat terbuka dan Persija siap menyongsong laga-laga berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi.
“Jadi, poinnya sekarang kami menutup 2025, kami tetap bisa bersaing di papan atas, sehingga peluang untuk naik ke puncak masih terbuka pada putaran kedua maupun laga-laga selanjutnya,” pungkas Ricky.



