BENUANTA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim M. Darlis Pattalongi menyoroti lonjakan penduduk di Kutai Timur. Menurutnya, hal itu tidak sebanding dengan ketersediaan fasilitas pendidikan jenjang SMA Negeri.
Hal itu disampaikannya dalam rapat konsultasi bersama Komisi C dan D DPRD Kutim di Gedung DPRD Kaltim, Kamis (10/7/2025).
Darlis menyebut, kondisi ini mengakibatkan sekitar 500 lulusan SMP belum tertampung di SMA Negeri pada tahun 2025.
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi perlu memperkuat sosialisasi keberadaan sekolah swasta. Sekaligus memotivasi masyarakat untuk mendirikan lembaga pendidikan baru dengan dukungan dana hibah.
“Pemerintah provinsi melalui Disdikbud perlu memperkuat sosialisasi keberadaan sekolah swasta, sekaligus memotivasi masyarakat untuk mendirikan lembaga pendidikan,” ujarnya.
DPRD Kaltim juga mendorong keterlibatan pemerintah kabupaten/kota dalam pembiayaan pendidikan. Hal ini telah difasilitasi melalui Pergub Nomor 15 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Daerah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Armin, menyampaikan komitmen Disdikbud. Ia berjanji akan menambah SMA dan SMK di Kutai Timur.
“Kami berkomitmen menambah SMAN dan SMKN di Kutai Timur, khususnya di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Penambahan ruang kelas baru, perekrutan guru ahli, dan penerapan sistem sekolah terpadu akan dilakukan di wilayah yang sangat membutuhkan,” terang Armin. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)




