BENUANTA – Perseteruan panjang di tubuh agensi HYBE Labels memasuki babak yang kian rumit. Tidak hanya membidik mantan CEO ADOR Min Hee Jin, pusaran hukum kini menyeret salah satu mantan personel NewJeans, Danielle.
Fakta ini terungkap dalam sidang terakhir sengketa kontrak pemegang saham di Divisi Sipil ke-31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Kamis (15/1/26). Pihak ADOR diketahui telah melayangkan gugatan perdata dengan nilai yang fantastis.
Gugatan ganti rugi tersebut tidak main-main, angkanya mencapai 43 miliar KRW atau sekitar Rp450 miliar. Tuntutan berat ini dialamatkan langsung kepada Danielle, anggota keluarganya, serta Min Hee Jin.
Langkah hukum agresif ini diambil setelah ADOR memutus kontrak eksklusif Danielle secara sepihak pada Desember tahun lalu. Padahal pada Oktober 2025, pengadilan sempat menyatakan kontrak NewJeans masih sah dan member berniat kembali beraktivitas.
Di dalam ruang sidang, perwakilan HYBE kembali mengungkit besarnya modal yang telah mereka gelontorkan. Mereka mengklaim investasi awal untuk peluncuran grup tersebut menelan biaya sekitar 21 miliar KRW.
Min Hee Jin dituduh memiliki niat terselubung untuk memisahkan diri dan menguasai agensi sepenuhnya. Pengadilan sebelumnya bahkan telah mencatat adanya upaya sistematis untuk melepaskan keterikatan grup dari perusahaan induk.
Kuasa hukum HYBE menegaskan bahwa terdakwa berusaha aktif mencari celah untuk membawa lari aset artis. Niat tersebut dinilai sudah direncanakan matang-matang.
“Terdakwa mencari cara untuk merebut ADOR bagi dirinya sendiri dan melarikan diri dari HYBE dengan membawa NewJeans,” ujar pihak HYBE.
Skenario Manipulasi Media
Pihak perusahaan induk membeberkan bukti tambahan berupa percakapan digital di aplikasi KakaoTalk dan dokumen tertulis. Mereka meyakini alasan pemutusan kontrak yang diajukan NewJeans adalah hasil fabrikasi Min Hee Jin.
Mantan CEO tersebut dituding merancang skenario manipulasi media untuk menekan HYBE agar melepas saham ADOR. Rencana ini disebut bukan sekadar obrolan kosong, melainkan melibatkan konsultasi dengan ahli hukum dan orang dalam industri.
Pertemuan rahasia dengan orang tua para member NewJeans dan calon investor juga disebut sebagai bagian dari konspirasi tersebut. Hal ini memperkuat dugaan adanya upaya terencana untuk merusak tatanan kontrak yang berlaku.
HYBE menilai seluruh klaim yang diajukan pihak artis sebagai alasan pemutusan kontrak tidak memiliki dasar hukum kuat. Semua poin keberatan tersebut dianggap identik dengan klaim sepihak Min Hee Jin saat melakukan propaganda di media.
Pelanggaran kepercayaan ini dinilai sudah terlalu parah sehingga menutup kemungkinan rekonsiliasi. Hubungan kerja sama yang didasari iktikad baik dianggap telah hancur total akibat manuver tersebut.
“Mengingat terdakwa melanggar perjanjian kepercayaan ini, maka kerja sama lebih lanjut bukanlah pilihan,” tegas HYBE menutup pernyataannya.



