BENUANTA – Kejutan besar datang dari sengketa hukum antara label ADOR dan mantan anggota NewJeans yaitu Danielle. Firma hukum ternama Kim dan Chang secara resmi menyatakan mundur sebagai kuasa hukum ADOR dalam gugatan senilai Rp500 miliar.
Keputusan pengunduran diri tersebut telah diserahkan kepada Divisi Sipil 16 Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Tim hukum raksasa itu melepas tanggung jawab mereka hanya tiga minggu sebelum jadwal persidangan dimulai pada Minggu (26/4/26).
Teka-Teki Mundurnya Kim dan Chang
Langkah mendadak ini memicu spekulasi luas mengenai strategi hukum yang sedang dijalankan oleh anak perusahaan HYBE tersebut. Pasalnya Kim dan Chang merupakan firma hukum terbesar di Korea Selatan yang dikenal menangani kasus-kasus korporasi skala masif.
Gugatan ini sendiri menuntut ganti rugi sebesar 43,1 miliar won atau setara Rp500 miliar kepada Danielle dan mantan CEO Min Hee Jin. ADOR menuduh adanya pelanggaran kontrak dan kerusakan materiil yang signifikan setelah sang idol memutuskan hengkang dari grup.
Dampak Pada Jadwal Persidangan
Mundurnya pengacara penggugat biasanya berujung pada permohonan penundaan jadwal sidang oleh pihak yang bersangkutan. Hal ini dikhawatirkan oleh tim hukum Danielle sebagai upaya untuk memperpanjang durasi konflik hukum di pengadilan.
Pihak Danielle sebelumnya telah bersiap menghadapi persidangan pertama untuk membuktikan bahwa pemutusan kontrak tersebut memiliki dasar yang kuat. Saat ini fokus beralih pada siapa yang akan ditunjuk ADOR untuk menggantikan posisi Kim dan Chang dalam waktu singkat.
“Tim hukum menginformasikan kepada pengadilan bahwa mereka tidak lagi mewakili kepentingan ADOR dalam perkara melawan Danielle dan Min Hee Jin,” ungkap laporan resmi pengadilan.



