BENUANTA – Pemain muda Arsenal, Max Dowman, langsung menjadi buah bibir setelah melakoni debutnya di Liga Primer Inggris. Tak tanggung-tanggung, mantan bintang The Gunners, Theo Walcott, menyebut gaya main bocah ajaib berusia 15 tahun itu mirip dengan ikon sepak bola Argentina, Lionel Messi.
Pujian setinggi langit ini datang setelah Dowman tampil dalam kemenangan 5-0 Arsenal atas Leeds pada hari Sabtu lalu.
Dengan usia 15 tahun dan 234 hari, Dowman tercatat sebagai pemain termuda kedua yang pernah membela tim utama Arsenal.
Kemiripan Gaya Main dengan ‘La Pulga’
Theo Walcott, yang menghabiskan 12 tahun di Arsenal, mengaku sangat terpukau dengan cara Dowman membawa bola. Ia menarik perbandingan langsung dengan pengalamannya saat berhadapan dengan Messi di lapangan.
Menurutnya, kemiripan utama terletak pada kemampuan Dowman untuk bergerak lebih cepat justru saat bola berada di kakinya, serta penggunaan pusat gravitasi rendah untuk membuat lawan lelah.
“Ia seperti Messi. Ketika ia membawa bola, ia akan meluncur melewati orang-orang, melewati saya dengan mudah. Dowman punya itu, ia punya kemampuan stop-start,” ujar Walcott, Selasa (26/8/2025).
‘Menyegarkan’ dan Sulit Diajarkan
Walcott tidak hanya terkesan pada kemiripan teknis, tetapi juga pada sikap dan kebebasan Dowman di lapangan. Ia memuji pendekatan sang remaja yang selalu positif dan direct saat menyerang.
Menurutnya, gaya bermain seperti itu adalah kemampuan alami yang tidak bisa diajarkan dan sangat menyegarkan untuk ditonton.
“Ia punya kemampuan yang tidak bisa Anda ajarkan, karena ia bermain dengan kebebasan itu. Menyaksikannya tidak membosankan, ini sangat menyegarkan,” tambah Walcott.
Pujian Disertai Peringatan
Sebagai sosok yang juga melakoni debut di usia sangat muda, Walcott paham betul tekanan yang akan dihadapi Dowman. Ia memberikan peringatan bahwa tantangan terbesar bagi sang pemain bukanlah di dalam, melainkan di luar lapangan.
Ia menyoroti bagaimana Dowman harus bisa menyeimbangkan antara kehidupan sekolah dan popularitasnya yang mendadak, terutama di era media sosial yang tidak ia hadapi dulu.
“Tantangan terbesarnya adalah gangguan dari luar. Dunia media sosial itu, saya tidak mengalaminya saat saya masih muda,” jelas Walcott.
Ia pun menambahkan bahwa memiliki lingkungan dan keluarga yang suportif adalah “kunci utama” bagi perkembangan karier Dowman ke depan.



