BENUANTA — Masalah abrasi yang terus menggerus kawasan Pulau Maratua kini dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
Kerusakan garis pantai yang semakin parah dinilai tidak hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga mulai merusak infrastruktur jalan dan ekosistem pesisir yang selama ini menjadi daya tarik utama sektor pariwisata.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, mengatakan, dampak abrasi terjadi cukup masif di sejumlah wilayah pesisir, khususnya di Pulau Maratua.
Pengikisan pantai tersebut bahkan dilaporkan sudah sangat dekat dengan badan jalan utama yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
“Saya lihat langsung gelombangnya sudah naik sampai ke badan jalan,” ujarnya.
Menurutnya, abrasi yang semakin parah ini membutuhkan penanganan cepat.
Pasalnya, kondisi ini berpotensi memperluas kerusakan lingkungan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Selain itu, ancaman langsung terhadap kawasan wisata juga dapat berdampak buruk pada ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada industri pariwisata bahari.
Namun, upaya penanganan abrasi di lapangan rupanya masih menghadapi kendala koordinasi dan kewenangan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.
Gideon menjelaskan, regulasi urusan laut saat ini berada di bawah kewenangan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Sehingga, Pemkab Berau memiliki ruang gerak yang sangat terbatas untuk melakukan intervensi fisik secara langsung.
“Dulu kan perikanan dan kelautan satu dinas, sekarang dipisah. Untuk urusan kelautan sekarang ini tanggung jawab provinsi. Jadi pemerintah kampung dan kecamatan seperti terputus aksesnya ke jenjang lebih tinggi,” jelasnya.
Gideon mengaku telah berkoordinasi dengan Camat Maratua untuk membahas langkah penanganan darurat.
DPRD Berau juga mulai menjalin komunikasi dengan DPRD Kaltim agar program penataan pantai bisa segera dialokasikan.
“Saya bantu koordinasikan lebih lanjut dengan Pak Mahmur di provinsi,” ungkapnya.
Abrasi di Pulau Maratua menjadi persoalan serius karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Berau yang terkenal keindahan laut dan keanekaragaman ekosistem pesisirnya.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan terus meluas dan berdampak pada keberlangsungan mutu lingkungan maupun citra pariwisata.
Dia berharap agar pemerintah provinsi dapat segera turun tangan untuk melakukan mitigasi serta penanganan guna mencegah abrasi semakin menggerus Pulau Maratua. (Adv/DPRD Berau)




