BENUANTA – Bertahan lebih dari satu dekade di klub raksasa seperti Manchester United membutuhkan lebih dari sekadar bakat teknis. Bek kiri andalan Setan Merah Luke Shaw membagikan rahasia umur panjang kariernya pada Sabtu (9/5/26).

Pemain berpaspor Inggris ini telah menghuni ruang ganti Old Trafford selama hampir 12 tahun. Selama periode tersebut ia banyak menyerap ilmu dan mentalitas dari para legenda klub untuk terus berevolusi.
Saat berbincang dengan mantan penyerang Danny Webber Shaw mengungkapkan bahwa inspirasi terbesarnya justru datang dari luar aspek taktis lapangan. Ia menyoroti figur David Beckham sebagai panutan utamanya sejak masa kanak-kanak.
“Saya selalu ingat saat bercanda dengan teman-teman dan menggunakannya sebagai referensi dalam melakukan apa pun,” ujar Shaw.
Karisma Beckham dan Etos Kerja Ronaldo

Pengaruh Beckham bagi pemain bernomor punggung 23 ini melampaui gaya permainan di sisi sayap. Sosok ikonik peraih gelar juara legendaris tersebut memiliki aura bintang yang membedakannya dari pesepak bola kebanyakan.
“Sangat keren dan dia agak berbeda dari banyak pesepak bola karena bukan hanya di lapangan tetapi juga di luar lapangan,” ungkap Shaw.
Selain Beckham ruang ganti Carrington juga memberi kesempatan emas baginya untuk belajar langsung dari sosok Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal itu kembali ke Manchester pada tahun 2021 dan memberikan dampak instan bagi para pemain senior.
Shaw melihat sendiri bagaimana dedikasi dan profesionalitas tingkat tinggi diterapkan oleh sang megabintang setiap hari. Rutinitas persiapan pemain hebat itu sebelum dan sesudah latihan menjadi standar mutlak yang membekas.
“Anda bisa melihat dengan mudah mengapa dia berada di puncak selama ini,” tegas bek berusia 30 tahun tersebut.
Belajar dari Deretan Ikon Klub
Berbagi lapangan dengan Ronaldo membuka mata Shaw tentang pentingnya menjaga gaya hidup di luar arena pertandingan. Hal ini pula yang membantunya mempertahankan posisi di skuad utama meski banyak manajer datang dan pergi.
Tidak hanya Ronaldo klub juga pernah mendatangkan penyerang karismatik lainnya yakni Zlatan Ibrahimovic. Kehadiran para pemain besar ini disadari betul sebagai sebuah keistimewaan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin guna mengembangkan kualitas diri.
“Jujur saja sungguh suatu kegembiraan bisa melihat itu,” pungkasnya.



