BENUANTA – Perburuan gelar juara Liga Premier Inggris tampaknya mulai menemui titik akhir. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan pernyataan bernada pasrah setelah timnya ditahan imbang 3-3 secara dramatis oleh Everton di Stadion Hill Dickinson, Senin (4/5/2026).
Hasil seri ini menjadi pukulan telak bagi The Citizens. Mereka kini tertinggal lima poin dari sang pemuncak klasemen, Arsenal. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan satu pertandingan bagi City, secara matematis dan realistis, takhta juara kini sepenuhnya berada di tangan kubu Meriam London.
Pengakuan Jujur Pep Guardiola
Menghadapi situasi yang tak lagi menguntungkan, Guardiola memilih untuk bersikap realistis. Pelatih berpaspor Spanyol itu mengakui bahwa nasib Manchester City untuk mempertahankan gelar juara kini sudah lepas dari kendali mereka sendiri.
“Sebelum pertandingan ini, semuanya ada di tangan kami, tetapi sekarang tidak. Bersiaplah untuk Brentford. Kami akan terus maju dan melihat apa yang terjadi,” ujar Guardiola mengungkapkan rasa frustrasinya usai laga.
Meski begitu, eks manajer Bayern Munchen ini tetap berusaha melihat sisi positif dari raihan satu angka di markas lawan. “Lebih baik mendapat satu poin daripada tidak mendapat satu poin pun. Memang akan lebih baik memenangkan pertandingan daripada hanya mendapat satu poin,” tuturnya.
Drama Everton dan Pahlawan Bernama Doku
Laga tandang ke markas Everton sejatinya berjalan sangat menguras emosi bagi Manchester City. Skuad asuhan Guardiola sempat tampil luar biasa di babak pertama dan memimpin laga berkat gol impresif Jeremy Doku.
Namun, memasuki babak kedua, tuan rumah yang diarsiteki David Moyes menunjukkan taringnya. Memanfaatkan keunggulan skema bola mati (set piece) yang menjadi andalan Moyes, Everton sukses membalikkan keadaan dan bahkan sempat memimpin jauh dengan skor 3-1.
Di tengah situasi kritis dan ancaman pulang dengan tangan hampa, heroisme skuad City muncul di masa injury time. Lewat daya juang tanpa lelah, Jeremy Doku kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-97 lewat sebuah gol penyeimbang yang luar biasa, memaksakan laga berakhir dengan skor sama kuat 3-3.
Pujian untuk Mentalitas Skuad
Walau gagal membawa pulang tiga poin krusial, Guardiola menolak untuk menyalahkan para pemainnya. Ia justru memberikan pujian setinggi langit atas mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan di lapangan.
“Anda membuat beberapa keputusan sedikit terburu-buru yang normal karena emosi, tetapi pada saat yang sama tanpa emosi itu Anda tidak bisa bangkit kembali. Jika Anda menyerah, Anda tidak bisa melakukan apa yang telah kami lakukan,” jelas Guardiola mengapresiasi daya juang pemainnya di menit-menit akhir.
Kini, Manchester City harus mengalihkan fokus penuh ke laga selanjutnya melawan Brentford, sembari menerima kenyataan bahwa trofi Liga Inggris musim ini bersiap untuk terbang ke London Utara.



