BENUANTA – DPRD Berau mempertanyakan pengelolaan RSUD Abdul Rivai hingga menyebabkan kosongnya stok obat.
Stok obat di RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb sempat dilaporkan kosong.
Hal itu menyebabkan layanan kesehatan di rumah sakit satu-satunya di Berau menjadi terganggu.
DPRD Berau mempertanyakan pihak manajemen RSUD Abdul Rivai dalam mengelola rumah sakit.
Menurut Anggota DPRD Berau Abdul Waris, kasus stok obat sampai kosong jarang atau tidak pernah terjadi.
“Stok obat itu wajib selalu tersedia, karena ini menyangkut nyawa manusia. Tapi kenyataannya sempat habis,” kata Abdul Waris.
“Dulu kita tidak pernah sampai kekurangan obat,” ucapnya.

Abdul Waris juga mengingatkan agar manajemen RSUD Abdul Rivai untuk bertanggung jawab atas buruknya pengelolaan rumah sakit.
Dia menyebut, jika menjadi Direktur RSUD Abdul Rivai maka sudah mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Kalau saya jadi direktur, saya akan mundur sebagai bentuk tanggung jawab,” tegasnya.
Dirinya pun mendorong agar ada perubahan di dalam personalia manajemen RSUD Abdul Rivai.
Menurutnya masih banyak SDM di Berau yang memiliki kapasitas dan kapabilitas lebih baik dibandingkan manajemen saat ini.
“Banyak SDM Berau yang punya kemampuan manajerial lebih baik, kita harus berani merekomendasikan perubahan,” ucapnya.




