Sejarah Evolusi Jawa Bagian Timur dari Dasar Laut Menjadi Daratan Pegunungan

Bisnis

Sejarah Evolusi Jawa Bagian Timur dari Dasar Laut Menjadi Daratan Pegunungan

BENUANTA Daratan Pulau Jawa bagian timur memiliki sejarah panjang yang bermula dari dasar laut sebelum akhirnya membentuk rupa seperti saat ini. Proses perubahan rupa bumi ini terjadi secara dramatis sejak periode tiga juta hingga 100 ribu tahun yang lalu, Selasa (24/2/26).

Setelah era vulkanisme gunung api purba meredup pada periode Miosen Akhir, wilayah ini mengalami tekanan hebat dan pelipatan. Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya jajaran pegunungan Kendeng dan Rembang dari dasar laut ke permukaan bumi.

Munculnya Jajaran Pegunungan Purba

Munculnya daratan ini terjadi pada akhir periode Pliosen sekitar 2,6 juta tahun yang lalu sebagai dampak dari aktivitas tektonik. Pegunungan Selatan yang dahulu merupakan busur vulkanik aktif juga turut terangkat dalam proses perubahan geologi tersebut.

Aktivitas vulkanik babak baru kemudian dimulai kembali seiring dengan pengangkatan daratan yang terus berlanjut. Hal ini dipicu oleh penujaman lempeng Indo Australia yang bergerak di bawah lempeng Eurasia secara terus menerus.

Letusan besar pertama dalam fase ini tercatat terjadi sekitar 1,9 hingga 1,8 juta tahun yang lalu pada kompleks vulkanik Wilis. Pada saat yang sama gunung Lawu Tua juga mulai aktif di kawasan yang kala itu masih berupa laut dangkal.

Kejayaan dan Kepunahan Homo Erectus

Seiring terbentuknya daratan baru Homo erectus mulai menghiasi kisah kehidupan di tanah Jawa purba sejak 1,8 juta tahun lalu. Letusan Wilis yang sangat eksplosif mempercepat perkembangan delta hingga lingkungan laut dangkal menghilang selamanya dari wilayah tersebut.

Sistem aliran sungai Brantas mulai terbentuk di atas paparan yang muncul dari kawasan yang kini dikenal sebagai Selat Madura. Wilayah Mojokerto pun berubah menjadi daratan luas yang didominasi oleh hamparan padang rumput yang subur.

Masa keemasan manusia purba di Sangiran tercapai pada 500 ribu tahun lalu sebelum akhirnya mereka menghadapi tantangan alam yang berat. Perjalanan hidup para penghuni purba itu akhirnya kandas saat mereka berupaya bertahan di sepanjang aliran Bengawan Solo.

Bagikan:

Baca Juga