BENUANTA – Gelombang kekecewaan melanda basis penggemar grup global KATSEYE, atau yang dikenal dengan sebutan EYEKONS. Euforia yang sempat meledak di media sosial mendadak berubah menjadi amarah setelah fans menyadari detail sebenarnya dari pengumuman jadwal terbaru sang idola.
Kehebohan bermula saat akun resmi membagikan informasi bahwa KATSEYE akan tampil dalam acara yang menyematkan nama besar “Grammy”. Sontak, para penggemar berasumsi bahwa grup pelantun “Touch” ini akan debut di panggung penghargaan musik paling bergengsi dunia, Grammy Awards.
Ucapan selamat dan rasa bangga sempat membanjiri lini masa X (sebelumnya Twitter). Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama setelah fans membaca detail acara dengan lebih teliti. Ternyata, KATSEYE dijadwalkan tampil di “Grammy Museum”, sebuah acara skala kecil yang jauh berbeda dengan malam penghargaan utama.
Perasaan “di-prank” atau tertipu oleh strategi pemasaran yang ambigu membuat fans meluapkan emosi mereka. Mereka menilai manajemen sengaja menggunakan nama besar Grammy untuk menciptakan sensasi sesaat yang justru melukai perasaan penggemar.
“Rasanya seperti diterbangkan ke langit lalu dijatuhkan begitu saja. Judulnya sangat mengecoh seolah-olah mereka akan ke Awards,” tulis salah satu penggemar yang kecewa, Kamis (22/1/26).
Marketing Dianggap Menyesatkan
Fans menyoroti bahwa ada perbedaan kelas yang sangat signifikan antara Grammy Awards dan acara di Grammy Museum. Grammy Museum biasanya merupakan sesi bincang-bincang dan pertunjukan intim (intimate showcase) dengan audiens terbatas, bukan panggung global yang disiarkan ke seluruh dunia.
Banyak EYEKONS yang mengkritik tim manajemen karena dianggap melakukan clickbait. Strategi ini dinilai tidak etis karena memanfaatkan harapan tinggi fans yang ingin melihat idola mereka bersinar di kancah internasional.
Meski tampil di Grammy Museum tetaplah sebuah pencapaian prestasi, namun cara penyampaian informasi yang kurang transparan membuat apresiasi tersebut tertutup oleh rasa kesal. Fans berharap ke depannya manajemen bisa lebih jelas dalam memberikan pengumuman agar tidak memicu salah paham massal.
“Kami bangga dengan pencapaian mereka, tapi tolong jangan bermain-main dengan harapan fans seperti ini,” tambah komentar lainnya.



