BENUANTA – Mantan anggota grup idola BIGBANG, Seungri, kembali memicu kontroversi besar setelah dikabarkan berencana menghidupkan kembali konsep klub malam serupa Burning Sun. Laporan investigasi terbaru menyebutkan bahwa pria bernama asli Lee Seung Hyun ini sedang mengincar wilayah Asia Tenggara sebagai basis bisnis barunya pada Rabu (21/01/26).
Seungri diduga kuat sedang mempersiapkan proyek besar tersebut di Kamboja dengan memanfaatkan statusnya sebagai mantan bintang K-Pop. Ia dilaporkan sering melakukan perjalanan antara Kamboja dan Thailand untuk memperluas jaringannya.
Koneksi dengan Jaringan Kriminal Internasional
Informasi mengenai aktivitas terbaru Seungri ini diungkap oleh seorang reporter investigasi kenamaan melalui sebuah tayangan video daring. Berdasarkan laporan tersebut, Seungri kini terlibat pergaulan dengan tokoh-tokoh yang diduga mengelola bisnis ilegal berskala besar.
Sebut saja jaringan pencucian uang, operator penipuan suara atau voice phishing, hingga pengelola kasino terselubung. Kehadiran Seungri di Kamboja bahkan sering terlihat bersama dengan para eksekutif dari geng kriminal terorganisir di negara tersebut.
Ambisi Membangun Bisnis Ilegal di Asia Tenggara
Ambisi Seungri untuk membangun kembali dinasti hiburan malamnya terlihat dari upaya agresifnya di wilayah Kamboja. Ia diketahui mencoba memanfaatkan citra lamanya untuk menggaet mitra bisnis di luar Korea Selatan karena namanya sudah benar-benar jatuh di tanah airnya.
Meskipun telah menjalani masa hukuman penjara selama satu tahun enam bulan atas sembilan dakwaan berbeda, perilakunya kini menunjukkan ketidaktertarikan untuk menjauh dari dunia kriminal. Ia seolah ingin menduplikasi kesuksesan semu Burning Sun yang pernah mengguncang industri hiburan Korea pada 2019 silam.
“Dia mencoba menciptakan sesuatu seperti Burning Sun kedua di Kamboja,” kata reporter Oh Hyuk Jin.



