Benuanta.id – Puluhan orang tua murid di Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Samarinda pada Kamis (1/8), memprotes dugaan praktik jual beli buku pelajaran di sejumlah sekolah. Mereka mengeluhkan tingginya harga buku yang dianggap memberatkan ekonomi keluarga.
Tuntutan Penghentian Jual Beli Buku
Koordinator aksi, Nina, mengungkapkan kekecewaan atas praktik tersebut.
“Anak kami diintimidasi dan dikucilkan jika tidak membeli buku yang ditentukan sekolah,” ujarnya.
Para peserta aksi membawa berbagai atribut seperti buku, spanduk, dan poster berisi tuntutan mereka.
Pemkot Samarinda Bentuk Tim Investigasi
Menanggapi aksi tersebut, Asisten I Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa, menyatakan akan membentuk tim untuk menyelidiki laporan orang tua.
“Kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Jika ditemukan pelanggaran, sekolah yang terlibat akan diberikan sanksi tegas.
Disdikbud Samarinda Komitmen Atasi Masalah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan tim investigasi.
“Kami akan memastikan semua sekolah di Samarinda mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Aksi Protes Picu Perhatian Publik
Aksi protes ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi mengenai kualitas pendidikan di Samarinda. Banyak pihak berharap masalah ini dapat segera diselesaikan.



