Pesona Budaya Etam Mempesona Pembukaan KFBN: Perpaduan Legenda, Tradisi, dan Nusantara

Fathur

4a6d46f8 whatsapp image 2024 07 10 at 17.47.50
4a6d46f8 whatsapp image 2024 07 10 at 17.47.50

Benuanta.id– Kemeriahan mewarnai pembukaan Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) ke-2 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Senin (8/7/24). Tari massal Gema Budaya Etam memukau para penonton dengan kolaborasi apik seni dan budaya, mengantarkan mereka dalam perjalanan budaya Etam yang kaya dan penuh makna.

Tarian ini bukan sekadar pertunjukan biasa, tetapi sebuah narasi budaya yang dihidupkan dengan gerakan dan kostum yang memukau. Dimulai dengan legenda Putri Karang Melenu di Jahitan Layar, tarian ini membawa penonton ke dalam kisah asal-usul Putri Kutai yang legendaris, diiringi hewan-hewan mitologi Lembuswana yang penuh simbolisme.

Gerakan dinamis dan penuh semangat penari melambangkan budaya pedalaman Kutai, diwujudkan dalam tarian Burung Enggang yang penuh penghormatan kepada leluhur suku Dayak. Di sisi lain, tarian Jepen yang anggun dan menawan mewakili identitas masyarakat pesisir Sungai Mahakam, dengan gerakan yang terinspirasi dari budaya maritim.

Menariknya, Gema Budaya Etam tidak hanya menampilkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga merangkul budaya Nusantara. Tarian dari Sumatera, Sulawesi, Jawa, dan Bali turut menghiasi pertunjukan, menunjukkan harmoni dan kesatuan budaya di tanah air.

Pohon Hayat, simbol kehidupan dan pelindung umat manusia, menjadi puncak pertunjukan. Tarian ini menggambarkan Kutai sebagai tanah berkah yang siap menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara di Bumi Etam.

Nayla, seorang pelajar dari Loa Kulu, mengaku terpesona dengan pertunjukan KFBN. “Senang sekali bisa melihat berbagai gerakan indah dan penuh makna dari para penari. Apalagi ada tarian dari luar daerah juga,” ujarnya sambil tersenyum lebar. (Mam/Ftr/Adv/Diskominfo Kukar)

Bagikan:

Baca Juga